Penggunaan Virtual reality Dalam Melakukan Perubahan pada Industri Pertambangan

Ditulis oleh Novia Febriani (2509100100)_Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

VirtualMinerDefinisi Virtual reality oleh Philips Kotler yang dikutip oleh Siti Fatimah (2012) virtual reality adalah suatu teknologi yang dapat mengizinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan simulasi komputer baik itu berdasarkan objek nyata maupun imajinasi. Penggunaan virtual reality telah berkembang pesat, baik di dalam industri penerbangan, aplikasi dalam kegiatan militer, sampai dengan industri pertambangan untuk meniru sebuah lingkungan dan biasanya penggunaan virtual reality ini digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap sebuah kondisi eksisting serta perubahan yang akan dilakukan terhadap lingkungan tersebut.Sebuah virtual reality mungkin dilakukan ketika sebuah produk baru akan dibuat dalam produksi massal, maka uji coba terhadap produk dapat dilakukan dengan menggunakan virtual reality.

         Dalam hal ini akan dibahas mengenai penggunaan virtual reality di dalam  sebuah industri pertambangan, dimana penggunaan virtual reality ini akan membantu sebuah perusahaan untuk meperbaiki kinerja serta mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja yang mungkin muncul di dalam industri pertambangan. Dengan menggunakan simulasi di dalam virtual reality ini, memungkinkan pula sebuah perusahaan untuk melakukan uji coba perubahan desain terhadap kendaraannya, sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan penglihatan pekerja di dalam melakukan pekerjaannya.

Studi kasus terhadap penggunaan virtual reality dipaparkan oleh P foster dan A. Burton (2004) studi dilakukan di dalam sebuah industri pertambangan di wilayah Inggris dimana virtual reality digunakan untuk mengetahui potensial kecelakaan kerja yang mungkin terjadi oleh operator dalam mengendalikan kendaraan continuous miner,  serta modifikasi yang dapat dilakukan terhadap kendaraan pertambangan untuk meningkatkan penglihatan pekerja sehingga meningkatkan produktivitas dalam kegiatan pertambangan tersebut.

Dalam simulasi yang dilakukan dengan virtual reality ini, lingkungan dan kendaraan yang digunakan diprogram serta dimodelkan, sehingga sesuai dengan lingkungan pertambangan yang sebenarnya. Simulasi pertama dilakukan untuk  mengetahui dampak kecelakaan kerja yang mungkin terjadi kepada operator pengendali continuous miner, dengan meniru lingkungan pertambangan yang sebenarnya. Evaluasi kecelaan kerja dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan – kemungkinan yang muncul dalam melakukan kegiatan pertambangan dengan kendaraan ini, seperti kemungkinan terjadinya batu yang jatuh selama melakukan penambangan, kemungkinan adanya potensi resiko terhadap debu serta suara bising yang muncul selama penambangan serta kemungkinan kecelakaan kerja yang terjadi akibat tertabraknya operator oleh kendaraan lain yang berada di belakang continous miner.

Variabel-variabel seperti jarak kendaraan dengan operator, jarak kendaraan dengan bahan yang akan ditambang, serta jarak antara bahan yang ditambang dengan posisi operator continuous miner digunakan dalam melakukan simulasi ini . Selain itu kemungkinan – kemungkinan adanya kesalahan perintah yang dilakukan oleh operator juga dipertimbangkan dalam melakukan simulasi ini, sehingga output dari simulasi virtual reality ini dapat diketahui serangkaian radius dan level resiko dari operator selama mengendalikan continuous miner serta dapat ditentukan radius standar operator dalam melakukan kegiatan penambangan tersebut. Tabel 1 menunjukkan serangkaian radius dan level resiko dari potensi terjadinya jatunya batu yang mengenai operator selama kegiatan pertambangan yang diperoleh dari simulasi virtual reality.

Tabel 1 Serangkaian radius dan level resiko dari potensi jatuhnya batu yang mengenai operator selama kegiatan pertambanganAplikasi Ergonomi

Pada simulasi kedua, dilakukan simulasi virtual reality untuk mengetahui kemungkinan adanya peningkatan penglihatan operator kendaraan tambang apabila dilakukan modifikasi terhadap kendaraan tersebut. Dalam simulasi, dilakukan uji coba terhadap beberapa alternatif perubahan yang mungkin dilakukan terhadap kendaraan dan pengaruhnya terhadap peningkatan penglihatan operator kendaraan tambang. Beberapa alternatif modifikasi kendaraan dapat dilihat pada gambar 1. Dari simulasi ini dapat diketahui modifikasi kendaraan tambang yang berpegaruh signifikan terhadap peningkatan penglihatan operator kendaraan, apabila dibandingkan dengan menggunakan benefit cost ratio antara biaya yang dikeluarkan dalam melakkan modifikasi terhadap peningkatan atau menfaat yang diperoleh.

Aplikasi Ergonomi

Gambar 2 Alternatif modifikasi pada kendaraan tambang

Dari studi kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan virtual reality dalam dunia pertambangan sebenarnya memberikan manfaat besar dalam membantu meningkatkan produktivitas dalam kegiatan industri pertambangan serta dapat mensimulasikan secara langsung kegiatan yang ada di dalam pertambangan kepada pekerja yang masih berada dalam tahap pelatihan sehingga ketika pekerja berada di dalam kondisi nyata, diharapkan adanya peningkatan terhadap kepedulian terhadap pekerja sehingga resiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir.

 Referensi :

Siti Fatimah .2012. Virtual Reality. Scribd.com. viewed 23 October 2012, <http://www.scribd.com/doc/46940245/Virtual-Reality>

 Foster, P., & Burton, A. (2004). Virtual reality in improving mining ergonomics. JOURNAL-SOUTH AFRICAN INSTITUTE OF MINING AND METALLURGY, 104(2), 129-134.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Penggunaan Virtual reality Dalam Melakukan Perubahan pada Industri Pertambangan

  1. Martha Sirait says:

    Isinya kok cuma menerjemahkan artikel dari sebuah jurnal di Afrika Selatan? Dimana nilai tambahnya, mana analisa orisinilnya? Dengan copy paste ke Google translate juga bisa dapat hasil yang sama dalam beberapa detik.

    • apligo says:

      Ibu Martha, terimakasih sudah memberi komentar. Tulisan mahasiswa kami ini memang bukan serinci review jurnal, kami lebih mengarahkan mahasiswa agar bisa meresume dari sumber bacaan. Kalau boleh, bagian mana yang diterjemahkan apa adanya? Semoga Ibu Martha sudah membaca sumber aslinya. Menurut kami, paraprase yang dilakukan mahasiswa kami sudah sesuai tidak sekedar translasi. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s