Penggunaan Kruk untuk Mobility Disabilities

Ditulis oleh Yudi Sahdilah Nur (2509100125)_Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

UntitledMobility Disabilties merupakan salah satu jenis dari Disability (Cacat) yaitucacat fisik dalam melakukan proses berjalan atau biasa kita sebut dengan pincang. Oleh karena itu dibuatlah alat khusus untuk para penyandang cacat tersebut dengan sebuah alat yang disebut dengan kruk.

Kruk (Crutches dalam bahasa inggris) atau biasa disebut dengan tongkat berjalan merupakan alat bantu untuk seseorang yang memiliki keterbatasan dalam berjalan. Kruk sendiri terdiri atas beberapa jenis berdasarkan penggunaannya yaitu forearm, Underarm, Strutters, dan Platform.

Berbagai Jenis Kruk       

UntitledJenis Forearm merupakan kruk dengan manset yang melingkari lengan dan disertai pemegang, jenis forearm ini banyak digunakan oleh penyandang cacat yang sifatnya permanen atau seumur hidup. Selanjutnya yaitu jenis Underarm, jenis ini merupakan jenis yang biasa kita lihat yaitu dimana penyangga kruk diletakkan dibawah ketiak. Untuk jenis Underarm ini banyak digunakan oleh orang orang yang cidera atau cacat yang sementara. Jenis selanjutnya yaitu Strutters, jenis ini adalah varian dari jenis Underarm namun memiliki bentuk khusus dimana kaki dari kruk tidak berupa lingkaran stik namun berupa sol besar atau penyangga yang menempel pada lantai, penggunaan strutters diperuntukkan untuk orang orang yang mengalami kesulitan dalam menggunakan jenis Underarm biasa, dengan penggunaan strutters pengguna dapat mengurangi risiko kerusakan saraf yang disebabkan oleh kruk Underarm, hal ini dikarenakan alas yang memadai untuk menahan berat badan dari alat strutters. Jenis terakhir ialah jenis platform, jenis kruk ini tidak banyak kita temukan, jenis platform diperuntukkan untuk mereka dengan pegangan tangan ataupun grip yang buruk karena arthritis, cerebral palsy dan penyebab lainnya.

Penggunaan kruk

Berdasarkan informasi yang diperoleh, diketahui bahwa ternyata penggunaan kruk tidaklah mudah bagi orang yang baru pertama kali menggunakannya (first user). Penggunaan kruk yang tidak benar dapat memberikan rasa sakit/cidera pada beberapa titik di tubuh pengguna atau bahkan menimbulkan kecelakaan karena hilangnya kontrol dari pengguna, oleh karena itu penggunaannya harus secara hati hati. Menurut McKenzie (2010) dalam studinya  di Center for Injury Research and Policy of The Research Institute  di  Nationwide Children’s Hospital menemukan bahwa lebih dari 15.000 cedera terjadi di Amerika  terkait  alat bantu jalan kruk dan mengalami  peningkatan sampai 23% rentang tahun 1991-2008. Estimasi jumlah cedera penggunaan kruk di Amerika Serikat rentang tahun 1991-  2008.

Ada beberapa poin penting mendasar dalam penggunaan kruk yang perlu diperhatikan agar terhindar dari resiko buruk yang kemungkinan bisa dialami pengguna kruk khususnya pengguna kruk berjenis underarm. Hal tersebut diantaranya proper posistion (posisi standar), proses walking (berjalan), sitting (duduk), getting up (bangkit dari duduk), stairs (naik/turun tangga).

Untitled-Proper position

Bagian atas kruk harus mencapai antara 1 dan 1,5 cm di bawah ketiak pada saat berdiri tegak, grip atau genggaman pada kruk berada pada bagian atas garis pinggul, siku harus menekuk sedikit ketika sedang menggenggam, lalu posisikan bagian atas kruk menempel ke sisi badan, dan gunakan tangan untuk menahan berat, hal terakhir yang perlu diperhatikan yaitu jangan biarkan bagian atas kruk menekan ketiak.

-Walking

Dimulai dengan sedikit membungkuk lalu posisikan kruk sekitar satu langkah di depan tubuh, mulai langkah dengan seolah olah akan menggunakan kaki yang cidera sambil membebankan berat badan pada kruk yang menopang bagian kaki yang tidak cidera, setelah itu tubuh akan terayun kedepan diantara kedua kruk, perlu diingat untuk tetap fokus pada jalan bukan hanya fokus pada kaki.

-Sitting

Dimulai dengan membalik badan atau membelakangi kursi lalu menggunakan satu tangan untuk meraba kursi dan satu tangan lain menahan kedua kruk, lalu secara perlahan menurunkan badan untuk duduk, selanjutnya untuk berdiri gunakan cara sebaliknya dengan menjadikan kruk sebagai penopang untuk berdiri.

-Stairs

Untuk melalui tangga dibutuhkan tenaga yang kuat serta fleksibilitas dari kaki dan badan. Gunakan kaki yang tidak cidera pada saat akan melangkah setelah itu gerakkan kruk mengikuti posisi kaki pada anak tangga secara perlahan.

Tahapan diatas menjadi dasar yang penting bagi pengguna kruk dalam menjaga safety ketika menggunakan kruk pada beberapa aktifitas. Pada dasarnya diperlukan kekuatan ekstra bagi pengguna serta grip yang baik dalam menggunakan kruk

Pandangan penulis mengenai penggunaan kruk

Berdasarkan uraian sebelumnya tingkat resiko cedera yang dapat terjadi pada pengguna kruk cukup tinggi, sehingga diperlukan adanya suatu produk yang  ergonomis yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna  dengan memperhatikan kenyamanan dan keinginan pengguna.  Produk ergonomis  sudah menjadi tuntutan  pengguna  saat ini sebagai salah satu faktor penentu daya saing produk (Nurmianto, 1996).  Desain  produk yang ergonomis yang memperhatikan aspek-aspek perancangan  akan memberikan dampak positif bagi pengguna  kruk, dimana kepuasan, keamanan dan kenyaman pengguna  merupakan tolok ukur yang harus dipenuhi.

Desain dan rancangan fisik kruk yang ergonomis tentu saja bukan hanya menjadi satu satunya aspek dalam menghindarkan resiko cidera yang dapat ditimbulkan. Secara lebih mendalam pemahaman serta ketepatan pengguna dalam memilih berbagai jenis kruk yang ada merupakan faktor penting dalam permasalahan ini. Pemahaman tersebut dalam hal ini mengenai variability aspek manusia atau biasa dengan Antropometri yaitu pengukuran bentuk tubuh manusia, mengingat kesesuaian antara ukuran kruk dan pengguna sangatlah penting. Begitu juga dengan aspek safety yang harus diperhatikan, langkah pertama yaitu dengan memahami terlebih dahulu poin mendasar dalam penggunaan kruk dimulai dari proses berdiri, duduk dan berjalan.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan bertambahnya kebutuhan akan kruk yang sesuai, maka perkembangan kruk inovatif juga menjadi semakin baik. Inovasi yang diberikan misalnya saja pada tinggi kruk yang bisa diubah menyesuaikan penggunanya, bentuk rangka, dan bentuk kaki. Dengan spesifikasi kruk yang bervariasi harga yang ditawarkanpun beragam mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Selain itu, sudah banyak penelitian di bidang ergonomi yang bertujuan untuk mendesain kruk agar dapat menjadi lebih ergonomis. Hal ini tentu saja diharapakan dapat menjadi kontribusi besar keilmuan ergonomi dalam menjawab permasalahan serta kebutuhan manusia di bidang kesehatan.

 Referensi :

Ergoboy.com. Ergonomics for disabled. 2005. (http://www.onlineorganizing.com) Diakses pada 21 oktober 2012

Anonim. Disability.(http://en.wikipedia.org/wiki/Disability) Diakses pada 21 oktober 2012

Anonim. Crutch.( http://en.wikipedia.org/wiki/Crutch) Diakses pada 21 oktober 2012

Eyebee. Alat bantu jalan. (http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010846725) diakses pada 21 oktober 2012

Emel P.Chandra, Genta and Jumeno, Desto. 2011. Perancangan alat bantu jalan kruk bagi penderita cedera dan cacat kaki. (http://repository.unand.ac.id/16941/) diakses pada 21 oktober 2012

Nuben290. 2010. The life of using crutches. (http://nuben290.blogspot.com/2010/03/life-of-using-crutches.html) diakses pada 22 oktober 2012

AAOS.How to use crutch, cane and walker. (http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00181) diakses pada 22 oktober 2012

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s