Cedera Muskuloskeletal pada Industri Pertambangan

Ditulis oleh Rachma Indah Lestari (2509100141)_Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Aplikasi ErgonomiAspek ergonomi merupakan salah satu aspek penting yang patut diterapkan di sebuah industri pertambangan. Resiko kecelakaan kerja di industri pertambangan cukup tinggi, karena sebagian besar pekerja pertambangan berinteraksi langsung dengan alat-alat berat dan kondisi medan yang sulit. Ergonomi berperan untuk meminimalkan angka kecelakaan kerja di industri pertambangan, seperti posisi yang tepat saat mengendarai kendaraan pertambangan, posisi yang tepat saat membawa alat pertambangan, dan sebagainya.

Kurangnya aspek ergonomi dapat menyebabkan cedera akibat kecelakaan kerja. Salah satunya adalah cedera musculoskeletal. Cedera musculoskeletal dapat terjadi ke sejumlah jaringan termasuk ligamen, tendon, saraf otot, dan diskus intervertebralis. Sakit punggung adalah cedera yang paling sering terjadi, namun cedera musculoskeletal dapat juga terjadi di leher, bahu, lengan atas, dan tungkai bawah.

Ada lima faktor resiko untuk cedera otot, yaitu: forceful exertions, awkward and sustained postures, vibration, repetition, and duration.

Aplikasi ErgonomiCedera musculoskeletal dan cedera lainnya juga dapat disebabkan oleh desain tempat yang tidak ergonomis, seperti tidak adanya akses ke kendaraan, tidak dilengkapi pegangan tangga, tidak ada tempat yang tepat untuk memperbaiki kendaraan, dan sebagainya,

Desain kendaraan yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan cedera. Seperti kendaraan untuk pertambangan di Indonesia yang membeli dari luar negeri. Otomatis ukuran anthropometry yang digunakan adalah ukuran orang luar negeri, berbeda dengan Indonesia. Untuk itu perlu diadakan penyesuaian posisi yang ideal agar tidak terjadi cedera punggung yang dapat dialami operator kendaraan.

Dalam sebuah report dari University of Queensland, dibuat sebuah Manual Tasks Risk Assessment Form yang membantu dalam mengidentifikasi kegiatan-kegiatan mana saja yang memiliki resiko pekerjaan tinggi. Form ini memperhatikan lima faktor resiko yang telah disebutkan di atas. Setelah diidentifikasi, kemudian dapat dilanjutkan dengan membuat solusi perbaikan untuk aspek ergonominya sehingga dapat menurunkan resiko kecelakaan kerja.

 Referensi:

Burgess-Limerick, R. et al., 2004. Reducing Musculoskeletal Risk in Open Cut Coal Mining, Available at: https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CDMQFjAA&url=http%3A%2F%2Fergonomics.uq.edu.au%2Fdownload%2Fc11058.pdf&ei=KGzRUMSAApCHrAffwoDYAQ&usg=AFQjCNH3VZnLZhUnUTUZm2B3A8t_58A_6w&bvm=bv.1355534169,d.bmk.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s