Safe Drive, Stay Alive

Ditulis oleh : Rachmawan Aryano [2508100140], Mahasiswa Teknik Industri ITS – kelas Human Reliability

Setiap hari ada saja kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan raya. Baik itu terjadi pada pengendara kendaraan beroda dua (sepeda motor) maupun pengendara kendaraan beroda empat (mobil). Mode kecelakaan pun beragam mulai dari tabarakan antar pengendara sepeda motor hingga tabrakan maut kereta api dengan kendaraan bermotor yang menyebabkan korban jiwa. Kecelakaan lalu lintas hampir tidak pernah meninggalkan tempat di media-media massa di Indonesia. Masih fresh diingatan kita, Apriani Susanti, pengendara mobil Xenia yang menyebabkan tewasnya 9 orang yang berada dalam halte bus. Penyebabnya tidak lain adalah Apriani mengkonsumsi narkoba sebelum dia mengendarai mobil xenia tersebut. Itu merupakan kasus extreme yang terjadi dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnya yang diakibatkan lalainya seseorang dalam berkendara. Korban jiwa yang disebabkan pada kecelakaan ini tidak sedikit, melainkan melebihi angka kematian yang diakibatkan penyakit AIDS.

Menurut Anne ahira dalam blognya mengatakan, faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas dapat digolongkan kedalam 4 kategori, yaitu: faktor pengendara, faktor kendaraan, faktor lingkungan, dan juga faktor cuaca. Untuk faktor yang pertama, faktor manusia, merupakan faktor yang paling mendominasi terjadinya kecelakaan. Hal yang paling utama adalah manusia rentan mengakibatkan error baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Sebagian besar angka kecelakaan diakibatkan oleh para pengendara yang tidak mematuhi marka jalan yang sudah jelas aturan dan maknanya tetapi banyak pengendara yang “sengaja” tidak mematuhi marka jalan tersebut. penyebab kecelakaan lainnya yang diakibatkan oleh faktor manusia adalah mengantuk dan mabuk. 

Faktor kecelakaan selanjutnya adalah faktor kendaraan. Penyebab paling utama yang dapat mengakibatkan kecelakaan adalah minimnya perawatan yang seharusnya dilakukan rutin oleh si pengendara kendaraan bermotor. Kecelakaan yang sering terjadi diakibatkan oleh rem yang “blong” sehingga kendaraan bermotor tidak bisa berhenti dan menabrak kendaraan-kendaraan di sekitarnya bahkan menabrak pemukiman sekitar. Kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor ini mungkin bisa diminimalisir apabila kita sebagai pengendara rutin dalam mengecek kondisi kendaraan pribadinya.

Faktor ketiga dan keempat adalah faktor lingkungan dan juga faktor cuaca. banyaknya jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan-kendaraan bermuatan besar, dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Apabila faktor tersebut terjadi dimalam hari, maka peluang terjadinya kecelakaan akan meningkat, karena disamping jalan yang rusak ditambah kondisi jalan yang gelap akan sangat rentan terjadinya human error. Cuaca buruk juga penyumbang terbanyak korban kecelakaan lalu lintas, terutama pada saat musim hujan. jarak pandang yang terganggu akibat guyuran hujan sangat berpotensi dalam menyebabkan pengendara tidak bisa berpikir dengan tenang. Apabila anda berada pada kondisi ini, sebaiknya anda sudah memiliki persiapan awal seperti memakai jas hujan, menyalakan lampu dan meningkatkan kewaspadaan.

Berikut merupakan tips berkendara untuk menghindari kecelakaan yang sia-sia (Latu,2012), diantaranya:

  1. Apabila anda berkendara pada jalur dua arah, maka hindari mendahului mobil atau kendaraan besar lainnya dari sebelah kanan jalan.
  2. Apabila anda hendak mendahului pengendara lainnya di tikungan, maka sebaiknya hindari mendahului pada sisi dimana anda akan terjepit (contoh: apabila ada mobil hendak belok ke kiri, jangan mendahului dari sebelah kiri dan sebaliknya) lebih baik menunggu.
  3. Perhatikan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan dan atur kecepatan karena banyak kendaraan yang berhenti mendadak dan menyebabkan kendaraan di belakangnya menabrak di depan.
  4. Hindari menggunakan ponsel ataupun gadget lainnya yang dapat menghilangkan konsentrasi pada saat mengendarai kendaraan bermotor.
  5. Jangan mengendarai kendaraan bermotor apabila melebihi kapasitas penumpang.
  6. Selalu perhatikan kendaraan yang berada di depan anda dan tanda-tanda pada kendaraan bermotornya (lampu sign, mengerem, dll)
  7. Utamakan pejalan kaki pada saat anda akan melalui Zebra cross.
  8. Jangan melakukan aktivitas yang dapat mengakibatkan hilangnya konsentrasi pada saat berkendara.

Referensi

AHIRA, A. 2012. Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas [Online]. Available: http://www.anneahira.com/kecelakaan-lalu-lintas.htm [Accessed 24-05 2012].

LATU, A. 2007. Kondisi Penyebab Kecelakaan Sepeda Motor [Online]. Available: http://blog.arieflatu.net/2011/10/kondisi-penyebab-kecelakaan-sepeda-motor.html/ [Accessed 24-05 2012].

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Safe Drive, Stay Alive

  1. Samir says:

    Samir Joesoef – 2510100120

    Artikel ini saya rasa sudah cukup untuk menjelaskan safety dalam berkendara dijalan. Yang mungkin saya ingin komentari yaitu adakalanya ketika kita sudah mencoba untuk safety berkendara dijalan, tetapi musibah tidak dapat dihindari. Baik itu yang diakibatkan oleh alam, kondisi tubuh, ataupun faktor dari human error pengendara lain. Pengalaman saya pribadi ketika selama berkendara, masih banyak pengendara yang kurang akan kesadaran berkendara dijalan. Dalam hal ini pengendara yang tidak mengerti dasar tata tertib berlalulintas. Sebagai contoh, banyaknya pengendara kendaraan bermotor yang tidak memberi tanda arah kemana dia berbelok, pindah jalur tanpa melihat kaca spion, melanggar dengan sengaja markah jalan, dan juga pemilik kendaraan bermotor yang lebih mementingkan tampilan kendaraannya daripada keselamatan bersama dijalan seperti mengganti lampu depan dengan yang lebih terang atau stop lamp yang diubah menjadi lampu putih yang menyilaukan. Adapun yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kesalahan yang dikarenakan orang yang kurang tertib berlalulintas adalah dengan memulai dari diri kita sendiri dan mengajak keluarga kita untuk berkendara tertib dan juga menghormati pengguna jalan yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s