Pengaruh Cadmium dalam Lingkungan dan Kemungkinan-kemungkinan Kerugian yang diderita Manusia

Ditulis oleh : Firdaus Fanny Putera Perdana [2511203704], Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri ITS


Cadmium, suatu logam kimia yang mungkin namanya masih cukup asing di telinga kita, merupakan logam yang mempunyai banyak kegunaan sekaligus dapat membahayakan kita dalam waktu bersamaan. Nama Cadmium sendiri mungkin tidak lebih dikenal daripada Miley Cyrus, artis dan penyanyi remaja popular yang turut beratanggung jawab atas popularitas Cadmium yang meningkat akibat perhiasan ekslusif yang dipasarkan olehnya melalui Wal-Mart pada Februari 2010 lalu terbukti mengandung Cadmium dalam jumlah yang tidak dapat ditolerir lagi (Ritchard, Justin (2010)). McDonald, restoran makanan cepat saji ternama, juga tidak kalah bertanggungjawabnya dalam mempopulerkan nama Cadmium setelah pada bulan Juni 2010 Cadmium terdeteksi pada cat yang digunakan untuk gelas yang bergambar karakter-karakter dalam sinema Shrek: Forever After terbukti mengandung Cadmium (Gelles, Jeff (2010))


Cadmium secara Umum

Cadmium merupakan logam kimia bernomor 48 yang terbentuk secara alami di alam sebagai senyawa dengan zat kimia lain. Misal dalam bentuk cadmium oksida, cadmium klorida atau cadmium sulfat. Cadmium juga dapat ditemukan dalam batubara dan tanah pertanian. Selain itu, Cadmium umunya ditemukan di pabrik pembuatan baterai, plastik, pigmen dan metal coatings.

Cadmium dalam bentuk senyawa jauh lebih tidak berbahaya dibandingkan dengan Cadmium yang dalam bentukan logam. Cadmium sangat membahayakan manusia jika terpapar langsung pada tubuh manusia dan berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan cara Cadmium terpapar dalam tubuh manusia:

— 1. Menghirupnya, khususnya pekerja di pabrik baterai. Baterai yang mengandung Nikel dan Cadmium sangat berbahaya dan kemungkinan untuk pekerja pabrik terpapar langsung sangatlah besar. Tak hanya itu, jika pembuangan limbah dilakukan secara tidak bijaksana, bisa saja lingkungan sekitar harus menanggung risiko bahaya yang mungkin ditimbulkan.

—2. Menghirupnya ketika melakukan welding, brazing atau soldering. Pekerjaan-pekerjaan tersebut sangat erat kaitannya dengan logam-logam dan logam-logam yang dilakukan proses tersebut ada kemungkinan mengandung cadmium sebagai campurannya.

— 3. Menghirupnya, khususnya yang tinggal di dekat stasiun listrik dan pabrik yang membakar bahan bakar fosil (batubara). Seperti yang dipaparkan sebelumnya, Cadmium banyak terkandung dalam batu bara dan pembakaran batubara sama halnya dengan melepas Cadmium ke udara.

— 4. Memakan makanan dan meminum air yang terkontaminasi Cadmium. Makanan, terutama sea food dan mahkluk-makhluk yang hidup di air (baik sungai, rawa-rawa atau laut) sangat mungkin tercemar oleh Cadmium. Ikan-ikan yang hidup di perairan yang tercemar Cadmium akan mengakibatkan manusia yang mengonsumsinya harus menanggung akibat terakumulasinya Cadmium yang mereka konsumsi melalui ikan dalam tubuh mereka.

—5. Merokok. Rata-rata, 1-2 mcg cadmium terkandung dalam sebatang rokok (M. Haas, Elson). Kadar yang diijinkan terendap dalam tubuh manusia hanyalah 40 mg atau 40.000 mcg. Dengan adanya fakta ini, jika sehari manusia mengonsumsi 10 batang rokok, maka dalam sekitar 11 tahun, jumlah Cadmium yang terendap akan melebihi 40.000 mcg (40 mg). Padahal, kemungkinan manusia terpapar Cadmium tidak hanya dari rokok saja.

Cadmium mencemari Sungai dekat Pertambangan di Perancis

Gambar diatas menunjukkan betapa terpolusinya sungai-sungai di sekitar pertambangan oleh Cadmium. Jumlah Cadmium dalam air melebihi batas yang diijinkan (Maksimum 0.005 mg/L) (http://water.epa.gov/drink/contaminants/basicinformation/cadmium.cfm). Seperti yang dapat dilihat pada table dibawah ini, Cadmium dalam sungai-sungai tersebut telah melebihi ambang batas, bahkan 100 kali lebih tinggi dari ambang batas.

Akibatnya, Ikan-ikan di sungai terkontaminasi Cadmium  dan warga yang memakan ikan tersebut terjangkit penyakit diare dan muntah-muntah.

Cadmium di Pertanian Finlandia

Kadar Cadmium di Finlandia meningkat 30% dari tahun 1974-1987. Akibat penggunaan pupuk Cd-rich phospates yang diimpor dari Afrika (Ervio R, 1990). Pupuk tersebut mengandung Cadmium yang sangat tinggi. Half-life Cadmium bervariasi dari 15 hingga 1100 tahun (Milis, Ramsey & John, 2004). Dalam artian, dibutuhkan waktu 15 hingga 1100 tahun untuk meluruhkan Cadmium dan membuatnya menjadi setengah bagian dari bagian yang ada. Sehingga, dapat disimpulkan, Cadmium tidak mudah terurai dan dengan menyebarnya Cadmium tersebut dapat membahayakan manusia yang mengonsumsi tumbuhan-tumbuhan yang tertanam di tanah pertanian tersebut.

Sayur-sayuran dan buah menjadi terkontaminasi Cadmium. Manusia yang memakannya mengalami gangguan pencernaan, muntah-muntah dan diare untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang dapat terkontaminasi di paru-paru kibat jumlah Cadmium  yang terakumulasi dalam tubuh mereka.

Tindakan Preventif

—1.  Tidak merokok atau setidaknya mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi. Seperti yang dipaparkan sebelumnya, mengonsumsi sepuluh batang rokok setiap harinya dapat mengakibatkan tubuh harus mengendapkan Cadmium melebihi ambang batas dalam waktu 11 tahun (jika tidak terpapar Cadmium melalu zat lainnya). Dengan mengurangi konsumsi rokok, setidaknya waktu yang dibutuhkan akan lebih panjang dan tidak mengonsumsi rokok akan memberikan kesehatan yang lebih baik bagi kita.

2.—  Berusaha seminimal mungkin menggunakan pupuk mengandung Cadmium rendah. Dalam memilih pupuk, kita harus lebih pintar dalam mengenali konten-konten apa sajakah yang terdapat dalam pupuk itu, jika tidak, maka bukan tidak mungkin kita akan teracuni Cadmium melalui hasil bumi dari kebun kita sendiri.

—3.  Makan seimbang calcium, iron, protein, and zinc. Dengan melakukan pola makan yang seimbang, tubuh akan lebih kuat dan tidak rentan oleh bahaya Cadmium.

4.—  Jauhkan benda-benda mengandung Cadmium dari anak-anak kecil. Mengingat banyaknya produk-produk yang tercemar Cadmium, kita juga harus lebih pintar dalam memilihkan mainan untuk anak-anak kita dan juga memperhatikan cara anak-anak bermain, jangan sampai mereka menggigit-gigit atau melakukan hal yang memungkinkan mereka terpapar Cadmium.

5.—  Jika punya sumur, periksa kadar Cadmium dalam sumur itu. Terutama jika sumur sudah sangat berbau logam, karena hal itu mengindikasikan kemungkinan sumur tercemar Cadmium.

6.—  Jika bekerja di daerah terpapar Cadmium, komunikasikan dengan orang HSE. Ada kemugkinan kita membawa Cadmium yang terpapar pada tubuh kita ketika bekerja ke rumah, jadi mengomunikasikan dengan pihak HSE akan masalah ini sangatlah penting.

Referensi

1. Cesur, Hasan & Kartal, Mehmet Ersin. Determination of Cadmium Levels in Agricultural Areas of Çarşamba and Bafra. Environ Monit Assess (2007) 132:165–169

2. D. Vasile, Georgiana & Vl˘adescu, Lumini¸ta. Cadmium partition in river sediments from an area affected by mining activities. Environ Monit Assess (2010) 167:349–357.

3. Gelles, Jeff (2010). “McDonald’s Recalls Cadmium-Tainted Shrek Glasses – Made in NJ”. Philadelphia Inquirer: http://www.philly.com/inquirer/breaking/news_breaking/Cadmium–tainted_Shrek_glasses_–_from_NJ.html#axzz0pzDAsjsE

4. http://water.epa.gov/drink/contaminants/basicinformation/cadmium.cfm

5. M. Haas, Elson. http://www.healthy.net/scr/article.aspx?Id=2049

6. Ritchard, Justin (2010). “AP IMPACT: Wal-Mart pulls jewelry over cadmium – Yahoo! News”. Associated Press: http://news.yahoo.com/s/ap/20100519/ap_on_he_me/us_cadmium_jewelry

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s