Kelalaian Penggunaan Sabuk Pengaman Sebagai Human Error Yang Paling Umum Terjadi

Ditulis oleh : Rina Yulizar Rahman [2509100022], Mahasiswa Teknik Industri ITS – kelas Human Reliability

Sabuk pengaman, merupakan sebuah benda yang dirancang untuk menyelamatkan pengendara apabila terjadi kecelakaan ataupun kejadian yang tak terduga. Adanya sabuk pengaman ini akan dapat mengurangi resiko kecelakaan bagi pengendara. Banyak muncul pemikiran bahwa penggunaan sabuk pengaman secara riil di Indonesia masih sebatas menyelamatkan pengendara kendaraan dari tilang polisi. Dimana sabuk pengaman itu baru akan digunakan pada saat melihat polisi lalu lintas. Atau adanya pemikiran masyarakat bahwa ketika tidak mengebut tidak perlu memakai sabuk pengaman, inilah yang disebut Human Error. Salah satu faktor penyebabnya adalah manusia yang tidak mempedulikan peringatan yang ada dan merasa sudah kenal dengan situasi jalan raya. Padahal menurut mantan Menhub Agum Gumelar, dari sebuah penelitian tahun 1998-2002, 91% penyebab kecelakaan berasal dari faktor manusia, 5% dari faktor kendaraan. Sisanya, 3% adalah faktor jalan dan 1% merupakan faktor lingkungan. Faktor manusia yang dimaksud adalah rendahnya pengemudi dalam menaati peraturan lalu lintas untuk memakai sabuk pengaman di jalan (Muhadi, 2004). 

 Mengapa banyak orang tidak mau memakai sabuk pengaman ?

Banyak orang berpikir bahwa menggunakan sabuk keselamatan itu selain menjaga, juga membatasi gerak pengendara. Memang menggunakan sabuk pengaman itu bukanlah hal yang nyaman karena serasa ada batasan pergerakan. Namun sebenarnya perasaan tersebut akan hilang setelah terbiasa. Berdasarkan jenisnya, sabuk pengaman bisa dibagi sebagai berikut (Wahidin, 2008) :

a.  Sabuk Pangkuan

Sabuk Keselamatan ini melintang di atas pangkuan. Digunakan untuk penumpang yang duduk di tengah pada barisan belakang ataupun pada kursi penumpang pesawat terbang

b.  Dua titik (Two Points)

Sabuk keselamatan ini menggunakan sistem penahan dengan dua titik, terdiri dari sabuk pangkuan dan sabuk yang melintang melewati bahu (sash)

c.  Tiga titik (Three Points)

Sabuk keselamatan ini menggunakan sistem penahan dengan tiga titik. Jenis ini serupa dengan sabuk pangkuan dan sash, tetapi membentuk satu jaringan yang akan menahan tubuh dalam sebuah tabrakan ke dada, selangkangan dan bahu.

d.  Empat titik (Four Points)

Sabuk keselamatan ini menggunakan sistem penahan dengan empat titik. Sistem ini sudah canggih dan sangat efektif mengurangi bahaya kematian bila terjadi tabrakan.

Fakta yang terjadi di masyarakat ?

Menurut data dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), sabuk pengaman menyelamatkan lebih dari 13.000 nyawa dalam satu tahun. Dari tahun 2004-2008, sabuk pengaman menyelamatkan lebih dari 75.000 nyawa (NHTSA, 2011). Kelalaian penggunaan Sabuk pengaman tidak hanya berakibat fatal bagi pengendara mobil, tetapi akan lebih fatal jika dilakukan oleh pengendara pesawat. Misalnya pada kasus jatuhnya pesawat Hercules C-130 yang di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan. Saputra, sebagai salah satu penumpang mengaku tidak memakai sabuk keselamatan yang sudah tersedia di bangku penumpang sejak pesawat tinggal landas meninggalkan Lanud Halim Perdana Kusuma. Selain malas, dia mengaku sudah terbiasa terbang menggunakan Hercules sehingga tidak perlu mengenakan sabuk pengaman. Dan yang lebih parah lagi adalah sebagian besar penumpang lain juga melakukan hal yang sama. (Wasono, 2009)

Bukan karena kecelakaannya yang akan disoroti, tetapi karena human error yang dilakukan penumpang sehingga mengabaikan keselamatan diri mereka, padahal mareka sebenarnya tahu apa akibat yang akan terjadi jika sabuk pengaman itu tidak dipakai. Dengan adanya permasalahan seperti di atas, beberapa solusi yang bisa ditawarkan adalah memperketat aturan penggunaan sabuk pengaman dengan hukum yang jelas dan berat, paling tidak dengan memperketat regulasi, penggunaan sabuk pengaman dapat meningkat 10-15 persen. Aturan yang berlaku pada saat ini tentang pelanggaran terhadap pengemudi dan penumpang mobil yang tidak mengenakan sabuk keselamatan akan dikenakan Pasal 289 jo 106 (6), dan akan terkena ancaman denda Rp 250 ribu (UU N0. 22 Tahun 2009)

 Saran untuk mengantisipasi kelalaian ?

Saran yang bisa diberikan dalam meminimalisir terjadinya kelalaian ini adalah dengan membiasakan memakai sabuk pengaman dari diri sendiri dan selalu mengingatkan kepada orang disekitar. Bila perlu, tempelkan tanda pengingat pada kendaraan agar selalu ingat untuk memakai sabuk pengaman ketika akan berkendara. Jika aturan sudah ditegakkan, maka yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah dengan lebih aware terhadap kondisi kendaraan/angkutan umum yang ada sekarang, kebanyakan pemilik angkutan umum sudah tidak menyediakan lagi sabuk pengaman karena dianggap tidak terlalu penting. Selain itu, perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat pemakaian sabuk pengamatan saat berkendara termasuk juga pengetahuan dasar tentang sabuk pengaman.

Referensi

Muhadi. (2004, Februari 07). Masyarakat belum Sadar Pentingnya Sabuk Pengaman. Dipetik 29 Mei, 2012, dari iakki.com: http://iakki.com/user/core/home/detail.php?ID=6

NHTSA. (2011, Desember 27). Dipetik Mei 23, 2012, dari Fakta Tentang Sabuk Pengaman: http://nationalgeographic.co.id/berita/2011/12/fakta-tentang-sabuk-pengaman

Wahidin, A. (2008). PENGARUH PENGGUNAAN SABUK KESELAMATAN (SAFETY BELT). 38-40.

Wasono, H. T. (2009, Mei 22). Tempo.co. Dipetik Mei 23, 2012, dari Penumpang Korban Hercules Tak Pakai Sabuk Pengaman: http://www.tempo.co/read/news/2009/05/22/058177682/Penumpang-Korban-Hercules-Tak-Pakai-Sabuk-Pengaman

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Kelalaian Penggunaan Sabuk Pengaman Sebagai Human Error Yang Paling Umum Terjadi

  1. ishma syahra 2509100030 human reliability kelas A says:

    Sesungguhnya kemajuan yang berarti dalam keamanan lalu lintas sudah cukup signifikan di Indonesia yaitu dengan semakin ketatnya hukuman yang diberikan bagi pelanggar lalu lintas. Hal ini termasuk juga hukuman yang diterapkan pada pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengaman seperti yang telah dijelaskan pada artikel di atas. Saya juga setuju dengan pernyataan terakhir dalam artikel ini yaitu perlunya dilakukan sosialisasi yang lebih intens terhadap masyarakat tentang pentingnya pemakaian sabuk pengaman. Saya ingin memberikan saran terkait dengan cara sosialisasi yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Masyarakat Indonesia secara budaya lebih mudah untuk menerima masukan dalam bentuk lesson learned dari kejadian yang pernah terjadi serta simulasi akibat atas suatu kejadian. Oleh karena itu, mekanisme sosialisasi yang tepat untuk diterapkan adalah dengan cara pemberian contoh nyata akibat yang akan terjadi jika pengguna lalu lintas tidak menggunakan sabuk pengaman. Hal ini dapat dilakukan dengan cara review dari kecelakaan yang pernah terjadi ataupun simulasi untuk prediksi akibat yang akan terjadi. Dan untuk media sosialisasi sendiri lebih efektif jika diintensifkan pada media elektronik jika dibandingkan dengan media cetak. Dengan cara ini diharapkan tingkat kesadaran pengguna jalan akan pentingnya sabuk pengaman semakin meningkat dan keselamatan lalu lintas dapat lebih ditingkatkan

  2. Muhammad Aulia Nurrahim 2510100033 says:

    Yang menjadi permasalahan utama adalah bagaimana kiata dapat merubah sikap masyarakat yang sering meremehkan penggunaan sabuk pengaman dalam berkendara. Seperti pada artikel diatas, banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah pola pikir masyarakat yang menganggap penggunaan sabuk pengaman sangat mengganggu ketika berada di dalam kendaraan. Pola pikir dari masyarakat yang seperti ini yang perlu diubah. Saya setuju dengan upaya – upaya yang dijelaskan pada artikel diatas untuk merubah pola pikir masyarakat, salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi mengenai bahaya berkendara tanpa menggunakan sabuk pengaman. Dengan dilakukannya sosialisasi masyarakat dapat mengetahui dan juga mengerti dampak – dampak yang diakibatkan berkendara tanpa menggunakan sabuk pengaman. Saran saya adalah pemerintah perlu meniru negara – negara lain yang sangat ketat dalam menanggapi permasalahan ini. Negara – negara lain sudah menerapkan sistem yang sangat canggih sehingga dapat mencegah terjadinya pelanggaran. Pemerintah perlu memperketat peraturan penggunaan sabuk pengaman, salah satunya adalah dengan memberikan sanksi yang berat bagi masyarakat yang melanggar peraturan tersebut, sehingga dapat mencegah masyarakat untuk melanggar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s