Dampak Penambangan Batubara yang Eksploitatif terhadap Lingkungan Sekitar dan Masyarakat dan Makhluk Hidup yang Tinggal di Dekatnya

Ditulis oleh : Firdaus Fanny Putera Perdana [2511203704], Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri ITS


Batubara secara Umum

Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Definisi batubara secara umum adalah batuan sedimen yang dapat terbakar dan terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan. Unsur-unsur utama yang terkandung dalam batubara adalah karbon, hidrogen dan oksigen. Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.

Batubara merupakan salah satu sumber energi terpenting di dunia. Batubara merupakan bahan utama yang dibutuhkan pabrik-pabrik dan perusahaan untuk mendapatkan energi yang pada akhirnya akan dimanfaatkan untuk proses produksi. Penambangan batubara yang tidak efektif dan efisien dapat menyebabkan terjadinya percikan api yang disebut coal fires yang dapat mengakibatkan kebakaran berkepanjangan, tersebarnya fly ash, terlepasnya gas rumah kaca dan zat kimia yang beracun. Selain itu, penambangan batubara yang buruk juga dapat menyebabkan terlepasnya gas metan ke udara, yang merupakan gas rumah kaca yang dua puluh kali memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan karbondioksida.

Metana dari Tambang Batubara

Metana, meskipun berjumlah lebih sedikit dibandingkan dengan karbondioksida di atmosfir, merupakan gas rumah kaca yang dua puluh kali lebih kuat dibandingkan karbondioksida. Metana terbentuk pada saat pembentukan geologis dari batubara, dan terlepas saat proses penambangan batubara. Kebanyakan, metana berasal dari penambangan bawah tanah. Meskipun penggunaan metana pada masa sekarang telah banyak berkembang dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar mobil dan bahan bakar industri, masihlah sangat banyak metana yang masih terlepas ke udara dan tidak termanfaatkan dan akhirnya menjadi gas rumah kaca yang membahayakan. Di Cina, negara yang 95% menggunakan metode penambangan batu bara bawah tanah, ada sekitar 300 tambang batubara yang sering mengeluarkan metana secara tiba-tiba. Emisi dunia diperkirakan akan meningkat 20% dalam 12 tahun ke depan. (www.greenpeace.org)

Banyak sekali investasi yang dilakukan untuk pengembangan metana sebagai bahan bakar, namun hanya sekitar 50 proyek saja yang selama ini sudah dijalankan. Pengembangan metana ini, selain mahal dan butuh peralatan dengan tingkat sophistication yang tinggi, juga menghasilkan bahan bakar yang tidak lebih baik dibandingkan bahan bakar konvensional yang sudah banyak dimanfaatkan sebelumnya. Hasil riset ujung-ujungnya menghasilkan bahan bakar yang dilabeli dengan nama bahan bakar penyelamat lingkungan yang berharga mahal, sehingga masyarakat tidak memiliki kemampuan ataupun tidak memiliki ketertarikan untuk mengonsumsinya.

Namun, tidak semua tentang metana berdampak negative bagi lingkungan. Tambang-tambang yang memiliki itikad baik berusaha memanfaatkannya menjadi energi untuk proses produksi di tambang tersebut. BHP Appin and Tower Coal Mines di New South Wales, Australia memanfaatkan metana sebagai pembangkit tenaga listrik di pertambangan tersebut (Thompson, 1994). Energy Development Ltd., juga dari Australia, telah berhasil mengubah metana menjadi 94 mw yang berupa energi utilitas pada tambang batubara (Anonymous-ProQuest, 1997)

Dampak-dampak Negatif Penambangan Batubara bagi Lingkungan dan Manusia

1. Acid mine drainage dari pertambangan batubara sangatlah berbahaya bagi lingkungan sekitar dan dapat secara jangka panjang membahayakan kesehatan manusia yang hidup di lingkungan sekitar. Di Svalbard, Norwegia, limbah dari penambangan batubara mencemari tanah-tanah pertanian masyarakat sekitar dan mengakibatkan logam-logam berbahaya seperti merkuri dan arsenik terendap di dalam tanah yang pada akhirnya akan terserap tumbuhan-tumbuhan konsumsi yang tertanam di lingkungan tersebut (Askaer, et al, 2007). Di tambang batubara Haizhou, tidak banyak berbeda, mengalami masa dimana jumlah logam-logam di lingkunga sekitar melebihi ambang batas yang diijinkan (Xi-Jun, 2008). Berikut ini adalah kandungan logam-logam berat yang ada di sungai dekat daerah tambang.

2. Arsenik, florin, merkuri dan selenium merupakan hasil emisi dari coal fires akan memasuki sistem udara dan akan mempengaruhi rantai makanan dan udara yang dihirup oleh masyarakat sekitar.

3. Pnemoconiosis, atau yang biasa disebut black lung disease, diakibatkan oleh terhirupnya debu batubara dan karbon. Di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 1200 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini. Di negara berkembang, hal tersebut bias lebih buruk lagi.

4. Studi tahun 2001 di Amerika Serikat, cardiopulmonary disease, chronic obstructive pulmonary disease, hypertension, lung disease, dan kidney disease di daerah dekat pertambangan batubara ditemukan lebih tinggi pada masyarakat yang tinggal dari daerah yang jauh dari tambang batubara.

Referensi

  1. Anonymous. Power system converts methane to 94 mw utility energy at Australian coal mines. Engineering and Mining Journal; Nov 1997; 198, 11; ProQuest Science Journals pg. 160
  2. Askaer, Louise. Environmental Impact on an Arctic Soil-Plant System Resulting from Metals Released from Coal Mine Waste in Svalbard (78° N). Water Air Soil Pollut (2008). 195:99-114.
  3. Thompson, Debra. Methane emissions power the big Australia. Nov/Dec 1997; 28, 10; ProQuest Agriculture Journals pg. 293
  4. Xi-Jun, Ma; Zhao-hua, Lu; Jian-long, Cheng. Ecological risk assessment of open coal mine area. Environ Monit Assess (2008) 147:471–481
  5. www.greenpeace.org

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi. Bookmark the permalink.

One Response to Dampak Penambangan Batubara yang Eksploitatif terhadap Lingkungan Sekitar dan Masyarakat dan Makhluk Hidup yang Tinggal di Dekatnya

  1. Dyah Isyana Lastri (2509100047) says:

    Saya sangat tertarik dengan artikel yang membahas mengenai lingkungan hidup.
    Pada studi kasus eksplorasi pertambangan Batubara ini dapat memiliki dampak positif maupun negatif jika dilihat dari berbagai macam sudut pandang.
    Untuk dampak positif antara lain:
    Dalam segi perekonomian dan sosial tenaga kerja
    – membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia maupun penduduk sekitar
    – meningkatkan pendapatan daerah maupun nasional
    – mengurangi import serta memenuhi kebutuhan batubara dalam negeri
    – membuka peluang investor asing
    – dan masih banyak sebagainya
    Dampak negatif yang ditimbulkan
    Segi Lingkungan hidup dan Alam
    – menghilangkan habitat flora dan fauna sekitar area pertambangan
    – merusak ekosistem
    – polusi air, udara dan tanah
    – mengurangi cadangan batubara untuk waktu berkelanjutan
    – meunahkan flora dan fauna
    dan masih banyak lain

    Agar dalam pelaksanaanya berjalan dengan baik dan terhindar dari kecaman warga maupun LSM yang bergerak dalam lingkungan hidup maupun demi keberlangsungan kehidupan di Bumi ini. Sebaiknya para pengusaha tidak hanya mempertimbangkan keuntungan materi saja, melainkan hal-hal yang berkenaan dengan khalayak banyak adalah hal yang harus diutamakan. Oleh karena itu harus ada pengawasan yang baik mengenai eksplorasi batubara dan mengenai AMDAL.. Pemerintah harus bertindak tegas apabila terjadi pelanggaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s