Aplikasi Brainstat Untuk Mengurangi Human Error Pada Kecelakaan

Ditulis oleh : Gema Kharisma [2508100133], Mahasiswa Teknik Industri ITS – kelas Human Reliability

Bentuk Alat Brainstat
(sumber : detikINET)

Dalam kebanyakan kecelakaan yang terjadi diketahui penyebabnya didominasi oleh human error. Menurut penuturan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sepanjang Januari-Oktober 2011 sebanyak 844 orang tewas dalam kecelakaan yang sebagian besar terjadi akibat kesalahan manusia (human error) (Detiknews, 28 November, 2011). Human error yang sering dilakukan adalah mengantuk saat mengemudi, tidak mematuhi peraturan lalu lintas, serta kelalaian pengendara dalam merawat kendaraannya [1]. Sedangkan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Lamongan menurut AKP Paulus Sujatmiko Kasatlantas Polres Lamongan setidaknya terjadi sebanyak 92 kejadian baik itu mobil ataupun motor dengan korban meninggal sebanyak 10 orang. Dari catatan yang dilakukannya, kecelakaan yang terjadi didominasi oleh human error (Subaya Pagi Online, 12 Mei, 2012).

            Dari penjelasan di atas, kecelakaan yang terjadi dalam lalu lintas penyebab yang paling banyak adalah human error. Human error terjadi karena kesalahan yang dilakukan oleh manusia baik itu disengaja ataupun tidak. Sebenarnya, human error bukan satu-satunya penyebab terjadinya kecelakaan, karena masih banyak  faktor dan aspek lain yang menyebabkan manusia melakukan tindakan yang tidak tepat. Payne dan Altman (1960) dalam Park (1997) menyatakan human error sebagai kegagalan dalam konteks human information processing, dimana error dibagi atas input, proses, dan output dengan penekanan adalah kesalahan dalam konteks perancangan sistem. Sedangkan Hagen dan Mays (1981) human error didefinisikan sebagai kegagalan manusia (operator) dalam melakukan suatu tindakan yang diukur dengan sejumlah kriteria seperti akurasi, rangkaian atau waktu. 

            Setelah mengetahui definisi human error, maka dengan pemahaman tersebut dapat dilakukan tindakan untuk mengurangi terjadinya human error. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah dibuatnya aplikasi yang dapat mendeteksi dan menyampaikan kondisi pengemudi melalui sensor otak. Aplikasi ini dikenal dengan nama Brainstat. Brainstat dibuat oleh Forum Alumni Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (Fast) yang berfungsi untuk mengukur kognitif, logika, kesadaran psikologis, kesadaran fisik, stress psikologis dan juga stress fisik pengendara saat mengemudi. Salah satu anggota Fast menyatakan pemilihan sensor otak untuk mengurangi human error karena apapun yang terjadi otak tidak akan bisa bohong terhadap kondisi manusia yang sebenarnya (okezone.com, 30 Mei, 2012).

Apa itu Brainstat?

Program Brainstat adalah program yang bekerja melalui sensor otak dan disampaikan pada monitor yang tersedia di dalam kendaraan tersebut. Seperti yang dipaparkan oleh Dodi salah satu anggota Fast di dalam aplikasi Brainstat juga tersedia early warning, dan akan berfungsi ketika pengemudi mengantuk ataupun membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi. Early warning system pada aplikasi Brainstat terbagi menjadi beberapa level dari level terendah hingga level tinggi. Level terendah berupa peringatan dari mesin. Contoh error level rendah dalam aplikasi ini yaitu ketika pengemudi mengantuk atau melamun. Untuk peringatan level tinggi, aplikasi Brainstat akan secara otomatis memutar video yang sudah terekam. Contoh yang disebutkan oleh Dodi yaitu rekaman video seorang istri yag mengingatkan suaminya untuk tetap fokus mengemudi, atau langsung terhubung dengan telepon seluler keluarga untuk segera mengingatkan pengemudi (okezone.com, 30 Mei, 2012).

Bentuk dari aplikasi ini seperti walkman atau headphone. Namun dapat membaca atau mendeteksi gelombang otak manusia. Dari gelombang tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan psikis seseorang. Misalnya mengetahui pengemudi dalam kondisi mengantuk atau tidak, kondisi lelah, bahkan bisa tahu apakah pengemudi dalam pengaruh obat-obatan terlarang atau narkoba. Untuk membaca gelombang otak, brainstat memfokuskan pada titik gelombang di jidat. Titik-titik di bagian tersebut dapat mewakili titk-titik gelombang lainnya (TribunJabar.co.id, 09 Juni, 2012).

             Hingga saat ini, aplikasi Brainstat masih digunakan untuk tranportasi darat. Pihak Fast masih melakukan pemuktahiran pada Brainstat untuk penggunaan pada transportasi lainnya yang aman dengan tidak mengganggu navigasi (okezone.com, 30 Mei, 2012).

Bagaimana Cara Kerja Brainstat?

Dalam penggunaannya, aplikasi brainstat dihubungkan kesebuah laptop yang disimpan di bagian depan mobil. Di laptop tersebut telah dipasang software yang bisa menghubungkan brainstat dengan laptop. Brainstat tersebut dipakai di bagian kepala sehingga aplikasi ini bisa mengingatkan pengemudi ketika mengantuk atau melamun (detikBandung, 7 Juni, 2012). Laptop yang terhubung harus memiliki perangkat bluetooth untuk mengirimkan data dari perangkat electro encephalograph (EEG). EEG ini biasanya digunakan untuk mencari penyakit otak oleh para dokter. Tetapi pada aplikasi brainstat ini, EEG digunakan sebagai alat early warning (TribunJabar.co.id, 09 Juni, 2012).

             Saat pengemudi mengantuk, secara otomatis akan ada bunyi yang mengingatkan

Brainstat Diaplikasikan di Kendaraan
(Sumber : TribunJabar.co.id, 09 Juni, 2012)

pengemudi. Jika pengemudi tetap memaksakan, maka akan ditampilkan video atau foto orang terdekat pengemudi seperti suami, istri atau pacar yang sudah direkam sebelumnya. Jika peringatan kedua tersebut tetap diabaikan oleh pengemudi, makan akan keluar peringatan ketiga. Pada peringatan ketiga, software brainstat akan mengirimkan pesan ke sever khusus. Dari sever inilah, akan dikirimkan pesan singkat (SMS) ke orang terdekat pengemudi untuk memberitahukan bahwa pengemudi sedang mengantuk. Sehingga orang terdekat tersebut bisa menghubungi pengemudi untuk segera beristirahat (detikBandung, 07 Juni, 2012).

            Selain fungsi yang dijelaskan di atas, brainstat berfungsi untuk mendeteksi pikiran seseorang apakah berbohong atau tidak. Seseorang diketahui berbohong atau tidak melalui alat ini bisa dilihat dari tampilan layar dengan parameter tertentu. Fungsi lainnya yaitu alat ini bisa mendeteksi apakah seseorang sedang dalam pengaruh alkohol, narkoba, serta membaca tingkat stres pemakainya. Ada empat parameter yang digunakan untuk melihat kondisi pemakai brainstat yaitu cognitive, addiction and oxygen, awareness, serta stress.

Referensi

Budiana, Riswan, Oris. 07 Juni 2012. Brainstat Bisa Ingatkan Pengemudi yang Ngantuk. detikBandung diakses pada tanggal 09 Juni 2012 [http://bandung.detik.com/read/2012/06/07/202148/1935766/486/brainstat-bisa-ingatkan-pengemudi-yang-ngantuk].

Fatimah, Siti. 09 Juni 2012. Brainstat Mengingatkan Sopir yang Mengantuk. TribunJabar.co.id diakses pada tanggal 09 Juni 2012 [http://jabar.tribunnews.com/2012/06/09/brainstat-mengingatkan-sopir-yang-mengantuk].

Hagan, E., and Mays, G. 1981. Human factors engineering in the US nuclear arena. Nucl. Safety, 22, 337–346.

Park, S., P. 1997. Human Error. In G. Slavendy (Hrsg.). Handbook of Human Factors and Ergonomics. N. Y. Wiley.

R., Amelia, Mei, E.  28 November, 2011. 844 Orang Tewas di Jalan Selama Januari-Oktober 2011. detikNews diakses pada tanggal 29 Mei 2012 [http://news.detik.com/read/2011/11/28/105527/1776978/10/844-orang-tewas-di-jalan-selama-januari-oktober-2011].

Rachmatunisa. 15 Mei 2012. Brainstat, Aplikasi Buatan Bandung Pencegah Kecelakaan. detikINET diakses pada tanggal 09 Juni 2012 [http://inet.detik.com/read/2012/05/15/180431/1917867/511/brainstat-aplikasi-buatan-bandung-pencegah-kecelakaan].

Surabaya Pagi Online. 12 Mei, 2012. Human Error Dominasi Kasus Kecelakaan. SurabayaPagi.com diakses pada tanggal 29 Mei 2012 [http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962d78115b980a16d85ec44305a4b3ce067]

Yudhistira, Angkasa. 30 Mei, 2012. Brainstat, Cegah Human Error Pada Kecelakaan. Okezone.com diakses pada tanggal 29 Mei 2012 [http://kampus.okezone.com/read/2012/05/30/372/638487/brainstat-cegah-human-error-pada-kecelakaan]

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Aplikasi Brainstat Untuk Mengurangi Human Error Pada Kecelakaan

  1. FX says:

    FXIKA Pradana 2509100035

    Sangat inovatif sekali. Sepintas memperhatikan, fungsi utama Brainstat tersebut hampir sama dengan Helm yaitu untuk membuat aktivitas berkendara menjadi lebih aman, hanya saja respon dan waktu kerjanya berbeda. Namun sama seperti Helm pula, apabila pengendara tidak memiliki kesadaran akan pentingnya alat pengaman dalam berkendara, maka tidak akan banyak pengemudi yang akan menggunakan Braintat. Saran saya, Brainstat bisa dikemas dalam desain yang lebih menarik sehingga tidak hanya menjadi alat pengaman dalam berkendara saja, namun juga bisa meningkatkan kepercayaan diri pengendara dan semakin banyak pengendara yang berminat untuk menggunakan Brainstat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s