Analisa Keandalan Manusia pada Tabrakan antara Kereta Api Gaya Baru dengan Mobil Toyota Avanza

 
Ditulis oleh :
Rina Yulizar Rahman [2509100022],
Rifatul Mufianah [2509100073],
Putri Nida Nurmaram [2508100128],
Laksmi Ambarwati [2508100120].
Mahasiswa Teknik Industri ITS – kelas Human Reliability
 

Tabrakan KA Gaya Baru dan Toyota Avanza

Kecelakaan terjadi antara kereta api dengan sebuah mobil Toyota Avanza H8825 EA di Kabupaten Sidoarjo, pada hari Minggu (15/4/2012). Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo sekira pukul 05.30 WIB. Mobil tersebut dikemudikan oleh Tio Suwito (45) warga Kalisari Dharma, Mulyorejo Surabaya dan Lidya Agustina (49), warga Ngelom Megare, Kecamatan Taman (Susanto, 2012). Mobil tersebut  ditabrak Kereta Api Gaya Baru. Kereta api jurusan Jakarta-Surabaya tersebut menabrak bagian belakang mobil hingga hancur dan sempat menyeret mobil hingga 15 meter. Menurut informasi, Toyota Avanza tersebut melintas dari selatan ke utara, dan pengemudi tidak menyadari adanya kereta api yang melintas. Selain itu, dari dalam mobil terdengar suara musik cukup kencang. Diduga, korban memutar musik cukup kencang sehingga tidak mendengar suara kereta lewat. Sehingga, tabrakan tersebut tak terhindarkan lagi. Kecelakaan ini menewaskan Lidya Agustin, istri dari pengemudi yang memang sudah tidak dapat diselamatkan saat perjalanan menuju rumah sakit (Rouf, 2012)

Pendekatan secara umum terhadap kecelakaan ini dapat dilihat pada gambar dibawah iniPersilangan kereta api, dimana jalur rel kereta berpotongan dengan jalan raya, merupakan lokasi seringnya terjadi tabrakan kereta api dengan kendaraan lain, termasuk dalam kasus tabrakan sebuah mobil Toyota Avanza dengan Kereta Api Gaya Baru Jurusan Jakarta-Surabaya. Untuk itu, dalam tugas besar ini akan dianalisa human error penyebab keceakaan kereta api di persilangan kereta api di KM 261/2 Tawang Sari Sidoarjo. Komponen manusia yang diteliti dalam kasus ini adalah pengmudi kendaraan bermotor Toyota Avanza, karena dalam kasus ini tidak ada operator penjaga persilangan kereta api, dimana sistem persilangan kereta api selanjutnya diprediksi himan error yang terjadi sehingga dapat dilakukan usaha pencegahan yang sesuai.

Pendekatan Keseluruhan Faktor dan Situasi dalam Mengemudi

Gambaran mengenai pendekatan keseluruhan faktor dan situasi dalam mengemudi, menjelaskan secara ringkas kejadian kecelakaan tersebut. Kejadian diawali pada saat pengemudi menjalankan mobil dalam kondisi normal. Saat itu, pengemudi masih menjalankan task (pekerjaan) mengemudikan mobil dalam kendali secara wajar. Kemudian, pengemudi mendekati lokasi berbahaya, dimana sangat minim dengan peringatan tanda bahaya yang membuatnya tidak sadar berada dalam lingkungan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Hal ini memunculkan konflik berupa ketidaksesuaian dari kondisi lingkungan dengan respon yang diberikan pengemudi. Dimana, pengemudi mengemudikan kendaraan secara normal, tanpa memperhatikan keadaan sekitar dan tidak mengurangi kecepatan, sementara status kondisi lingkungan yang dituju semakin lama semakin meningkat level bahayanya (mendekati sumber bahaya).

Kondisi ini turut diperparah dengan adanya perubahan terhadap beberapa faktor. Adapun penjelasan mengenai perubahan yang terjadi pada faktor pada kejadian kecelakaan tersebut adalah sebagai berikut:

1.  User (Pengemudi)

Hal ini berhubungan dengan individu sebagai pelaku, di dalamnya termasuk sifat fisik dan psikologis. Faktor user dibagi kedalam beberapa kategori yaitu user state (kondisi user), experience, dan behaviour. Perubahan yang terjadi mulai dari sebelum hingga saat kejadian akan berlangsung dapat dirangkum, dalam tabel di bawah ini:

Tabel 1 Faktor User terhadap Kecelakaan

Kategori

Current (sebelum kejadian) Future (menjelang kejadian)
User state Pendengaran terganggu suara musik yang kencang Pendengaran terganggu suara musik yang kencang
Normal Mengantuk
Normal Kepercayaan diri meningkat untuk melintasi rel.
Exprience Memahami rute. Memiliki pengalaman terhadap rute.
Behaviour Memutar musik keras—keras Memutar musik keras—keras
Tidak cermat dalam menemukan rambu- rambu. Melanggar rambu- rambu.
Tidak peka dalam mendeteksi bahaya Berani mengambil resiko

2.  Tool (vehicle)

Faktor ini berhubungan dengan peralatan atau mesin yang digunakan oleh user untuk menjalankan task. Terapat 4 kategori yang akan dianalisis lebih lanjut yakni mechanical, maintenance, design, dan load. Mechanical berkaitan dengan kegagalan mesin untuk beroperasi dibawah kontrol pengemudi. Maintenance adalah tindakan dalam rangka mengantisipasi kegagalan kerja mesin. Design  berhubungan dengan aspek keselamatan dan efisiensi operasi. Sedangkan load, berhubungan dengan beban kerja mesinyang mempengaruhi kontrol pada mesin. Berdasarkan analisa terhadap kronologi kejadian, perubahan aspek mesin yang terjadi adalah sebagai berikut:

Tabel 2 Faktor Kendaraan terhadap Kecelakaan

Kategori Current (sebelum kejadian) Future (menjelang kejadian)
Machine Normal Tidak berfungsi
Maintenance Normal Normal
Design Normal Normal
Load Normal Normal

Pada tabel diatas, disebutkan bahwa perubahan terjadi pada kondisi mesin, dimana mesin yang semula bekrja secara normal, pada saat menjelang kejadian berlanngsung menjadi mati atau tidak berfungsi. Hal ini dapat dijelaskan melalui efek medan magnet yang timbul karena kereta api yang akn melintas. Medan magnet yang sangat besar disekitar rel dan kereta api dapat menyebabkan mesin mobil tidak berfungsi.

3.  Environment

Faktor ini berhubungan dengan semua aspek diluar mesin dan user. Terdapat enam kategori dalam faktor ini yaitu road condition, road geometry, traffic condition, dan traffic guidance. Berdasarkan analisa terhadap kronologi kejadian, perubahan aspek lingkungan yang terjadi adalah sebagai berikut:

Tabel 3 Faktor Lingkungan terhadap Kecelakaan

Kategori Current (sebelum kejadian) Future (menjelang kejadian)
Road condition Normal Normal
Road geometry Normal Normal
Traffic condition Normal Sepi
Traffic guidance Rambu- rambu kurang terlihat jelas Rambu- rambu kurang terlihat jelas
Perlintasan kereta api tidak berpalang pintu Perlintasan kereta api tidak berpalang pintu

Berdasarkan analisis kejadian, faktor lingkungan yang berubah adalah traffic condition. Dimana, pada saat menjelang kejadian suasana lalu- lintas sepi. Sehingga, menimbulkan persepsi  lalu- lintas aman dan tidak ada hambatan. Persepsi inilah yang membuat pengemudi berkurang kehati-hatiannya. Kondisi lingkungan seperti tidak adanya rambu- rambu lalu lintas yang dapat dilihat jeas dan tidak adanya palang pintu kereta api. Hal ini bisa membuat pengemudi semakin tidak menyadari bahaya dan aktibatnya mengambil tindakan yang tidak tepat dalam merespon keadaan.

Sequences

Jika digambarkan dengan urutan kejadiannya, tahapan kecelakaan kereta api Gaya Baru dengan Toyota Avanza di persilangan kereta api di KM 261/2 Tawang Sari Sidoarjo

Sequences of Accident

 Analisis HRA

Pada table-tabel sebelumnya dapat dilihat bahwa terdapat error pada komponen mesin, lingkungan dan pengemudi. Dari komponen pengemudi, musik disetel terlalu kencang sehingga dapat menyebabkan pengemudi tidak tahu bahwa aka nada kereta api yang melintas. Selain itu, situasi pada dini hari memungkinkan bahwa pengemudi dalam keadaan yang agak mengantuk sehingga tidak memperhatikan rambu  atau tidak mampu mendeteksi rambu sehingga tidak sadar bahwa mendekati daerah persilangan KA.  Kondisi mengantuk juga memungkinkan walaupuj pengemudi menyadari akan mendekati daerah persilangan, pengemudi tidak  memperhatikan situasi di daerah sekitar persilangan. Hal ini menyebabkan pengemudi tidak waspada dan tetap melintas tanpa mengurangi kecepatan,dan tepat bersamaan dengan kereta api melintas.

Selain dari komponen manusia sebagai penyebab kecelakaan, juga ada komponen lingkungan, yaitu rambu lalu lintas, dan palang rintangan di sistem persilangan kereta api. Dalam kasus ini, palang rintangan tidak ada, sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan semakin tinggi karena pengemudi menjadi kurang waspada terhadap kedangan kereta api. Selain itu, rambu peringatan sangat perlu diletakkan dalam posisi yang lebih strategis dan pencahayaannya cukup mengingat tidak adanya palang membuat keberadaan rambu lalu lintas menjadi dua kali lipat lebih urgent untuk peningkatan kewaspadaan. Sedangkan dari factor mesin, adalah akibat dari factor pengemudi dan lingkungan, yang membuat pengemudi menerabas pelintasan saat kereta akan melintas, sehingga menimbulkan medan magnet yang kuat, dan menyebabkan mesin mogok tepat dir el. Akibatnya, KA melindas Toyota Avanza tersebut.

Solusi

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Repbulik Indonesia tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Tahun 2009, tepatnya pada bagian kesembilan belas pasal 110, maka kendaraan diwajibkan untuk mendahulukan perjalanan kereta api tanpa terkecuali, untuk mencegah terjadinya kecelakaan, dan analisis yang telah dilakukan, maka didapatkan beberapa solusi. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan pada persilangan kereta api di KM 261/2 Tawang Sari Sidoarjo antara lain

  1. Menambah fasilitas berupa palang rintangan kereta api sehingga meningkatkan kewaspadaan terhadap kedatangan kereta api dan memperkecil peluang menerobos palang rintangan.
  2. Menambah rambu-rambu peringatan dan meletakkan rambu-ramu pada posisi  strategis dan dengan pencahayaan yang cukup
  3. Memberikan penyuluhan untuk peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban mendahulukan  perjalanan kereta api dan resiko kecelakaan kereta api.
  4. Memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran rambu lalu lintas persilangan kereta api.

Kesimpulan

Dari analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa human error penyebab kecelakaan kereta api Gaya Baru dan Toyota Avanza di persilangan kereta api di KM 261/2 Tawang Sari Sidoarjo merupakan kegagalan dalam melakukan task yang dilakukan oleh pengemudi Toyota Avanza dan tidak adanya palang rintangan.

Referensi

Rouf, A. (2012, April 16). Kereta Api Tabrak Mobil, Satu Orang Tewas. Dipetik Juni 6, 2012, dari okezone.com: http://surabaya.okezone.com/read/2012/04/16/340/612021/kereta-api-tabrak-mobil-satu-orang-tewas

Susanto, B. (2012, April 15). Avanza ‘Dicium’ KA Gaya Baru, Satu Orang Tewas. Dipetik Juni 06, 2012, dari Detik Surabaya: http://surabaya.detik.com/read/2012/04/15/091158/1892685/475/

Peraturan Pemerintah 2006. Undang-undang Lalu LIntas Kereta Api tersedia di http://perkeretaapian.dephub.go.id//

Elslande, Van Pierre; Naing, Claire; Engel, Ralf. 2008. Analyzing Human Factors in Road Accidents. TRACE

Findiastuti, Weny, Wignjosoebroto, Sritomo, Dewi, Dyah Santi. Analisa Human Error dalam Kasus Kecelakaan pada Persilangan Kereta Api. Tersedia 

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Analisa Keandalan Manusia pada Tabrakan antara Kereta Api Gaya Baru dengan Mobil Toyota Avanza

  1. 2509100017-Rahadiani Arumsari says:

    Artikel ini sangat menarik, karena selain menampilkan artikel yang mencakup tentang human error juga memperlihatkan pendekatan kesuluruhan faktor penyebab dan situasi yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut yaitu karena kesalahan pengemudi dan tidak adanya palang rintangan. Solusi yang diberikan juga baik terfokus pada pengadaan palang kereta api dan peraturan-peraturan pada palang kereta api. Pengemudi mobil juga kurang berhati-hati mengendarai mobil pada malam hari, karena faktor mendengarkan musik keras-keras dapat menganggu konsentrasi dalam mengemudi apalagi pada saat malam hari. Kecelakaan seperti ini dapat dihindari apabila peraturan-peraturan dan komponen rambu kereta api dapat terpenuhi pada setiap palang kereta api yang ada dan pengemudi kendaraan yang mengikuti peraturan lalu lintas dan berkosentrasi mengemudi apalagi pada saat malam hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s