Penggunaan Touchscreen Dalam Analisa Interaksi Manusia-Mesin

Ditulis oleh Sandy Nugraha (2511 204 001), Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri ITS

Di jaman modern ini, sudah banyak bermunculan mesin-mesin yang dapat membantu dan meringankan tugas manusia. Mulai dari ruang lingkup lingkungan yang kecil seperti kehidupan dalam rumah tangga sampai pabrik-pabrik besar menggunakan mesin untuk menyelesaikan pekerjaan dan untuk dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Hal ini dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara manusia dan mesin dalam menyelesaikan tugas. Hal ini disebut dengan sistem manusia mesin. Sistem manusia mesin sendiri memiliki pengertian yaitu kombinasi antara satu atau beberapa manusia dengan satu atau beberapa mesin dimana sebagian tugas sebaiknya dilaksanakan oleh manusia dan lainnya dilakukan oleh mesin untuk dapat menghasilkan output dari input yang diperoleh. Sistem manusia mesin ini dapat mengandalkan mesin untuk mengerjakan tugas atau menghasilkan output dari input yang diperoleh, sedangkan manusia dapat bertugas hanya sebagai pengawas atau pengoperasi mesin tersebut.

 Berikut ini macam-macam hubungan (Interaksi) Manusia – Mesin :

 1. Sistem Manusia – Mesin secara Manual :

  1. Masukan (Input) akan langsung ditransformasikan oleh manusia menjadi keluaran (output)
  2. Manusia memegang kendali secara penuh dalam menjalankan aktifitas
  3. Mesin hanya sekedar menambah kemampuan dalam menyelesaikan aktifitas.
  4. Manusia sebagai sumber tenaga (Power) dan sekaligus fungsi kendali (Control)

 2. Sistem Manusia – Mesin secara Semi-Otomatis :

  1. Adanya mekanisme khusus yang akan mengolah masukan (input) atau informasi dari luar sebelum masuk kedalam sistem manusia
  2. Reaksi yang berasal dari sistem manusia akan diolah atau dikontrol terlebih dahulu melalui suatu mekanisme tertentu, sebelum suatu output berhasil diproses oleh mesin
  3. Mesin yang memberikan sumber tenanga (Power)
  4. Manusia yang melakukan proses kendali (Control)

 3. Sistem Manusia – Mesin secara Otomatis :

  1. Mesin memegang peranan penuh secara langsung
  2. Mesin sebagai penerima rangsangan dari luar
  3. Mesin juga sebagai pengendali aktifitas
  4. Manusia hanya memonitor agar mesin dapat bekerja secara baik
  5. Manusia dapat memasukan data atau mengganti program apabila diperlukan
  6. Mesin berfungsi penuh sebagai sumber tenanga (Power) & Pengendali (Control) aktifitas.

 Contohnya dalam upaya meningkatkan produktivitas manusia, dengan memodifikasi layar monitor yang semula tidak dapat langsung menampilkan keinginan user / pengguna yang harus mengunakan media tambahan seperti keyboard, mouse, dan lain-lain. Pada perkembangannya layar monitor dapat langsung menampilkan keinginan user / pengguna dengan cukup menyentuh layar monitor tersebut / touchscreen. Dimana mesin akan memberikan tenaga (power) dan manusia akan melaksanakan fungsi kontrol dikenal sebagai sistem semiautomatic.

 II. Perkembangan Touchscreen

Sejarah perkembangan touchscreen diawali pada Pada tahun 1971, pertama kali “Touch Sensor” ini dikembangkan oleh Doktor Sam Hurst (pendiri Elographics) sekaligus sebagai seorang instruktur di University of Kentucky. Dan pada tahun 1974 touchscreen pertama sesunggunya yang telah dilengkapi dengan permukaan transparan dikembangkan oleh Doktor Sam Hurst dan Elographics. Kemudian pada tahun 1977 Elographics dikembangkan dan dipatenkan dengan teknologi lima-kawat resistif, yaitu teknologi touchscreen yang paling populer di HP-150 dari tahun 1983 telah menjadi salah satu komputer paling awal di dunia touchscreen komersial.

Awalnya touchscreens yang semula hanya bisa merasakan satu titik kontak pada satu waktu, dan hanya memiliki sedikit kemampuan untuk merasakan seberapa keras seseorang menyentuh. Kini telah mulai berubah dengan komersialisasi dengan teknologi multi-touch. PC tablet yang digagas oleh appel komputer dan diikuti oleh merek-merek terkenal dunia lainnya telah menjadikan touchscreen multi-touch menjadi interface utama dengan berbagai kemampuan yang disediakannya.

 III. Fungsi dan Kelebihan Touchscreen Dibandingkan Monitor Biasa

Pfauth dan Priest (1981) menyebutkan keuntungan dan kerugian dari digunakannya perangkat layar sentuh, yang antara lain sebagai berikut:

 Keuntungan :

  1. Terdapat kontrol dan interaksi langsung antara indera penglihatan dan indera peraba masukkan dan keluaran yang dihasilkan terdapat pada satu lokasi yang sama)
  2. Adanya kemampuan untuk memasukkan dan mengawasi data secara cepat
  3. Karena penggunaannya mudah, tidak diperlukan terlalu banyak pelatihan pengguna dalam mengoperasikan sistem layar sentuh
  4. Hanya pilihan yang valid dan mungkin untuk diterima yang dapat ditampilkan
  5. Mudah diterima oleh penggunanya
  6. Tidak dibutuhkannya daya ingat penggunanya

 Kerugian :

  1. Besarnya biaya pengembangan sistem layar sentuh sebagai teknologi yang belum lama digunakan dalam barang-barang yang diproduksi secara massal
  2. Membutuhkan tambahan waktu dalam proses pemrogramannya
  3. Kurang fleksibel untuk beberapa jenis masukkan tertentu
  4. Kesalahan pada gambar yang ditampilkan akan menimbulkan kesalahan pengoperasian
  5. Kelelahan yang dirasakan akibat mendekati layar secara berulang kali
  6. Jari tangan seringkali menutupi tampilan visual layar
  7. Diperlukannya metode-metode baru dalam pemrograman perangkat halus

 IV. Mekanisme

  1. panel sensor layar sentuh, yang terletak di lapisan luar tampilan dan menimbulkan aliran listrik tertentu tergantung di mana terdapat sentuhan.
  2. Pengontrol layar sentuh, yang melakukan pemrosesan sinyal yang diterima dari panel sensor, kemudian menerjemahkannya ke dalam data sentuhan yang disalurkan kepada prosesor komputer
  3. Driver perangkat halus, yang menerjemahkan data menjadi gerakan tetikus, memungkinkan panel sensor untuk berfungsi layaknya tetikus, dan menyediakan antarmuka pada sistem operasi computer.

V. Daftar Pustaka

  1. Komite Nasional Kecelakaan Transportasi, 2003, Final Report-Tubrukan MV Uni Chart dan KM Mandiri Nusantara, Surabaya
  2. Grabowski, M., Merrick, J. R. W., Harrald, J. R., Mazzuchi, T. A., van Dorp, J. R., 2000, “Risk Modelling in Distributed, Large-Scale Systems”, IEEE Transactions on System, Man, and Cybernetics – Part A : Systems and Human, 30(6) : 651-660.
  3. Bariyah, Choirul, 2006, Aplikasi Human Reliability Assessment Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Benang pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang Magelang, Tesis, Jurusan Teknik Indutri FTI-ITS, Surabaya.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Penggunaan Touchscreen Dalam Analisa Interaksi Manusia-Mesin

  1. 2509100013_Rayza Aulia F says:

    a) Di dalam artikel tersebut tidak ada penjelasan mengenai analisa hubungan antara Touchscreen dengan Interaksi Manusianya. Di dalam artikel tersebut juga hanya menjelaskan secara umum mengenai sistem interaksi manusia dan mesin serta touchscreen.
    b) Dari sisi ergonomi dalam artikel ini belum terlihat secara jelas. Sehingga, saran untuk artikel ini untuk lebih menonjolkan dari aplikasi ergonomi.
    c) Dapat juga dijelaskan mengenai keegonomisan apabila memakai produk yang memiliki fasilitas touchscreen dibandingkan dengan monitor (dapat diambil dengan memakai salah satu contoh produk)
    NICE ARTICEL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s