PENGGUNAAN METODE PROBABILISTIK DAN NON PROBABILISTIK DALAM ANALISIS HUMAN RELIABILITY

Ditulis oleh Astria Hindratmo (2509 205 201), Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri, ITS 

                  Human reliability memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu sistem. Dimana, human (manusia) memiliki fungsi yaitu sebagai pengoperasi dan pengendali agar sistem  dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu, diperlukan suatu analisis dalam human reliability. Analisis human reliability pada dasarnya bertujuan untuk menggurangi konsekuensi yang timbul dari kesalahan dan kelalaian manusia dalam sistem interaksi (Human reliability 2012). Kesalahan manusia dapat terjadi oleh beberapa faktor misalnya usia, fisik berupa kesehatan, emosi serta sikap yang dilakukan baik secara disengaja maupun tidak disengaja (Human reliability 2012). Analisis Human reliability itu sendiri telah diterapkan pada berbagai bidang seperti manufaktur, transportasi, militer dan lain-lain (Human reliability 2012). Pada beberapa penelitian, metode analisa human reliability sangat banyak sekali. Akan tetapi, metode-metode tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua tipe model yaitu tipe model probabilistik yang merupakan suatu model analisis dengan pendekatan kuantitatif dalam mengukur human reliability (Reer 2008)  dan tipe model non probabilistik yang merupakan model analisis dengan pendekatan kualitatif (Vanderhaegen 2001). Adapun penjelasan kedua model tersebut dan beberapa metode didalamnya  sebagai berikut :

A.    Metode-metode analisis human reliability pada model probabilistik

            Analisa keandalan manusia atau dikenal dengan istilah human reliability analysis (HRA), pada dasarnya untuk mengetahui safety assessment dari kegagalan manusia dalam melakukan suatu pekerjaan (Stra 1999). Menurut Stra (1999), HRA merupakan bagian terpenting dari suatu analisis safety yang disebut probabilistic safety analysis (PSA) . PSA merupakan suatu bentuk analisis kuantitatif yang disertai dengan data. Beberapa metode untuk menganalisis tingkat probabilitas safety yang disebabkan oleh human error yaitu metode ATHEANA, MERMOS, the EOC (Errors of commission) HRA method yang dikembangkan Gesellschaft fur Anlagen und Reaktorsicherheit (GRS), MDTA dan CREAM (Reer 2008). Berikut penjelasan dari metode-metode tersebut :

1.    ATHEANA (A Technique for Human Event Analysis)

             Pada metode ini, skenario kasus dimulai dengan mengindentifikasi dengan mencari suatu kesalahan dari suatu konteks yang sudah ditentukan atau biasa disebut error-forcing contexts (EFCs) (Reer 2008). Berdasarkan Reer (2008), Kegagalan analisa dalam mencari EFC merupakan sutu bentuk perjudian, dimana dalam Human reliability analysis (HRA) membutuhkan suatu input data kuantitatif yang cukup pada berbagai konteks yang kuat dan lemah. Salah satunya merupakan data EFC yang dihasilkan dari metode ATHENA tersebut. Tentunya kegagalan dalam EFC tersebut mengakibatkan rata-rata hasil ketepatan analisa menjadi berkurang yang tentunya mengarah pada meremehkan suatu resiko dari human error (Reer 2008).  Metode ini membantu mengidentifikasi insiden maupun aksiden sehingga hal tersebut dapat meningkatkan keamanan serta mengurangi tingkat error (Reer 2008). Adapun insiden maupun aksiden yang dianalisa pada metode ini yaitu kondisi ekstrim atau kondisi yang tidak biasa, kondisi yang sudah ada tetapi menyulitkan respon maupun diagnosa, informasi yang menyesatkan atau salah, informasi ditolak atau diabaikan, beberapa hardware mengalami kegagalan, transisi sedang berlangsung, beberapa gejala yang mirip dan sering atau ada peristiwa yang penting (Reer 2008).   

 2.    MERMOS (Methode d’Evaluation de la Re´alisation des Missions Ope´rateur pour la Suˆrete´)

      Berdasarkan Reer (2008), Metode ini juga merupakan bagian dari HRA yang berfungsi untuk menilai kemungkinan kegagalan dari misi atau tugas manusia (human factor mission), yang didefinisikan sebagai macro-action. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengembalikan atau mempertahankan fungsi keselamatan pasca kegagalan (Reer 2008). Kegagalan misi tersebut dapat dinotasikan yaitu “as not switch off of the SI pumps for more than one hour” yang didefinisikan melalui LOCA (Loss Of Coolant Accident) kedalam sebuah stuck-open POVR (Pressurizer of Valve Relief) (Reer 2008). Metode MERMOS dapat bermanfaat bagi manusia, dimana metode ini dapat dilakukan untuk operasi darurat/penting serta untuk menjelaskan dari skenario kegagalan (Reer 2008). Selain itu juga, metode ini membangun pengetahuan tentang operasi darurat melalui analisis probabilistik yang sudah ada dari kumpulan data human reliability (Bot 2004). 

3.    EOC (Errors Of Commission) HRA method yang dikembangkan oleh Gesellschaft fur Anlagen  und Reaktorsicherheit (GRS)

            Metode HRA mengidentifikasi error pada pelaksanaan (EOC), Dimana metode ini merupakan quantitative assessment pada tugas terhadap kesalahan operator yang ditekankan pada nominal scenario context (Reer 2008). Pencegahan kesalahan yang terjadi dapat dilakukan pada konteks skenario tersebut seperti pelatihan, bimbingan prosedural, mengindikasikan error dan lain-lain (Reer 2008). Untuk mengetahui tingkat error dilakukan berdasarkan penilaian tingkat probabilitas kesalahan (Human Error Probability/ HEP), HEP itu sendiri dilakukan dengan beberapa metode EOC probability yaitu Accident Sequence Evaluation Program (ASEP), Technique for Human Error Rate Prediction (THERP) dan Human Error Assessment and Reduction Technique (HEART).   Metode ASEP adalah suatu metode untuk menganalisa suatu accident berdasarkan urutannya sehingga diketahui penyebab accident atau kecelakaan tersebut (Reer 2008). Metode THERP adalah suatu metode untuk memprediksi human error, dimana pada metode ini menggunakan aspek generik sebagai dasarnya yaitu menggunakan pengumpulan serta membandingkan beberapa data yang ada (Bot 2004). Jadi prediksi human error dianalisis berdasarkan data yang lengkap (Bot 2004). Sedangkan metode HEART yaitu metode assessment untuk mengidentifikasi,  mereduksi human error dan mengukur kegagalan kinerja manusia (Kirwan et al. 1996). Ketiga metode tersebut memiliki peranan penting bagi manusia untuk meningkatkan human reliability, dimana pada metode ASEP dan THERP berkaitan dengan kesalahan tugas yang berarti dapat mengurangi tingkat kesalahan pada tugas yang dilakukan manusia (Stra 1999). Sedangkan pada metode HEART memiliki peranan penting bagi manusia, karena berhubungan dengan dengan kinerja manusia (Performance Shaping Factor/PSF) yang berarti dapat meningkatkan kinerja manusia dengan cara mengurangi tingkat error yang terjadi (Stra 1999).

 4.     MDTA (Misdiagnosis Tree Analysis method)

           Metode ini merupakan metode kuantifikasi, dimana unsur yang dikuantifikasikan meliputi diagnosis kegagalan atau kesalahan, mendiagnosis unsafe action pada manusia dan memberikan idendentifikasi kondisi yang tidak bisa diperbaiki dari unsafe action berdasarkan tingkat probabilitasnya (Reer 2008). Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa tingkat probabilitas kemungkinan terjadinya eror yang menyebabkan menurunnya human reliability. Metode MDTA ini dapat membantu manusia dalam hal meningkatkan human reliability berdasarkan dari hasil analisis probabilitas tingkat eror yang disebakan oleh tindakan manusia.

 5.     CREAM (Cognitive Reliability and Error Analysis Method)

               Metode ini merupakan suatu analisis assessment yang generik terhadap probabilitas kegagalan tindakan manusia (Reer 2008). Probabilitas yang dimaksud adalah probabilitas manusia melakukan tindakan yang salah terhadap seluruh tugas yang didasarkan pada suatu evaluasi yang berdampak terhadap kondisi umum kinerja manusia (Reer 2008). Sedangkan tujuan dari metode CREAM untuk menghasilkan serangkaian probabilitas kegagalan tindakan dan diuraikan kedalam tindakan berdasarkan fungsi kognitif seperti observasi, interpretasi, perencanaan dan eksekusi yang telah dilakukan manusia (Reer 2008, Marseguerra et al. 2006). Metode ini dapat membantu manusia untuk mengurangi kegagalan yang berdampak mengurangi kinerja dari manusia dalam melakukan pekerjaan. 

B.   Metode-metode analisis human reliability pada model non-probabilistik

         Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa analisis human reliability dapat dilakukan dengan pendektan non-probabilistik. Model non-probabilisitk dilakukan dengan menganalisa human reliability dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi faktor kemungkinan maupun penyebab human error yang telah terjadi sebelumnya (Vanderhaegen 2001). Berdasarkan Vanderhaegen (2001), analisis human reliability pada model non-probabilistik terdapat dua tipe yaitu : model pertama, model mengidentifikasi faktor kemungkinan error yang biasa disebut model prospective dan model kedua, model yang menganalisis faktor penyebab error yang telah terjadi disebut model retrospective. Maksud dari istilah retrospective yaitu analisis bersifat “backward” sedangkan prospective menganalisis  yang bersifat calon atau “forward” (retrospective vs prospective 2011). Adapun metode analisis yang termasuk dalam kategori model non-probabilistik baik prospective maupun retrospective sebagai berikut : 

1.      ACIH Method

          Metode ini merupakan metode non-probabilitas untuk menganalisis konsekuensi dan juga menilai tingkat keparahan yang terjadi akibat ketidakhandalan (unreliability) pada manusia (Vanderhaegen 2001). Tujuan dari metode ini mengidentifikasi konsekuensi yang bisa ditoleransi dan tidak bisa ditoleransi dari degradasi perilaku manusia, sehingga mempengaruhi keamanan dari sistem akibat unreliability (Vanderhaegen 2001). Berdasarkan Vanderhaegen (2001), metode ACIH dalam analisanya difokuskan berdasarkan tiga faktor yang mempengaruhi unreliability yaitu acquisition related factors, problem solving related factors, and action related factors. Selain itu, metode ACIH bermanfaat untuk mengetahui apakah kesalahan tindakan yang menyebabkan unreliability manusia tersebut tidak memiliki konsekuensi pada skenario sistem, memiliki konsekuensi yang mempengaruhi skenario tapi tidak menimbulkan bencana pada sistem, atau mempengaruhi sehingga menimbulkan bencana pada sistem tersebut (Vanderhaegen 2001). Berdasarkan Vanderhaegen (2001), metode ACIH dilakukan melalui dua langkah analisis yaitu :

    • Analisis APRECIH

       Analisis ini fokus pada analisis konsekuensi dengan pendekatan prospective, dimana analisis APRECIH ini mencakup functional analysis, procedural and contextual analysis, task analysis and consequence analysis. Analisis ini dimulai dari misi utama tugas, kemudian dijabarkan kedalam beberapa fungsi kemudian dari fungsi dijabarkan menjadi prosedur, lalu dari prosedur dijabarkan menjadi beberapa tugas. Hal tersebut untuk mengetahui dibagian mana yang terjadi error, sehingga dapat dilakukan tindakan.  

    •  Analisis APOSCIH

      Analisis ini fokus pada analisis dengan pendekatan retrospective, dimana analisis APOSCIH ini mencakup activity analysis, incident analysis atau accident analysis. Pada analisis dilakukan dengan menganalisa beberapa contoh kasus kecelakaan sebelumnya, kemudian dilakukan analisa apakah tindakan manusia yang menyebabkan error tersebut terletak pada acquisition, problem solving atau action. Hal tersebut dilakukan untuk agar kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang kembali. 

2.   Metode FMECA (Failure Mode, Effects and Criticality Analysis)

        Metode ini merupakan metode dari model non-probabilitas dengan pendekatan retrospective , dimana pada metode ini menganalisa  penyebab human error yang memberikan konsekuensi pada proses suatu sistem (Vanderhaegen 2001). Metode ini membantu manusia meningkatkan reliability, dengan cara mengetahui penyebab error untuk dilakukan suatu tindakan agar kedepannya tidak terjadi lagi.

3.     Metode Fault Tree

       Metode ini merupakan metode non-probabilitas dengan pendekatan prospective , dimana pada metode ini menganalisa berdasarkan logika kemungkinan kesalahan pada fungsional dari suatu sistem (Vanderhaegen 2001). Tujuan dari metode fault tree yaitu untuk mengidentifikasi skenario kesalahan manusia terhadap tugas yang dapat menyebabkan suatu peristiwa yang tidak diinginkan, dan juga untuk menilai probabilitas terjadinya  semua kesalahan (Vanderhaegen 2001). Metode ini dapat membantu manusia untuk mengetahui kemungkinan yang akan terjadi, sehingga kesalahan akan dapat dicegah.

Beberapa metode diatas tentunya memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri, jadi implementasi dari metode analisis human reliability harus mempertimbangkan  kondisi obyek atau sistem yang akan dianalisa. Hal tersebut untuk menghindari kesalahan penerapan metode yang akan berdampak pada hasil akurasi analisa. 

REFERENSI

Bot, P.L., 2004. Human reliability data , human error and accident models — illustration through the Three Mile Island accident analysis. Reliability Engineering, 83, pp.153-167.

Kirwan, B., Scannalit, S. & Robinson, L., 1996. A case study of a human reliability assessment for an existing nuclear power plant. Science, 27(5), pp.289-302.

Marseguerra, M., Zio, E. & Librizzi, M., 2006. Quantitative developments in the cognitive reliability and error analysis method ( CREAM ) for the assessment of human performance q. Annals of Nuclear Energy, 33, pp.894-910.

Reer, Ã.B., 2008. Review of advances in human reliability analysis of errors of commission — Part 2 : EOC quantification. Reliability Engineering, 93(July 2007), pp.1105-1122.

Stra, O., 1999. Assessment of human reliability based on evaluation of plant experience : requirements and implementation. Reliability Engineering, 63, pp.199-219.

Vanderhaegen, F., 2001. A non-probabilistic prospective and retrospective human reliability analysis method — application to railway system. Reliability Engineering, 71, pp.1-13.

Retrospective vs prospective, artikel, 2011, <http://www.statisticalhelp.com/basics/prospective.htm>

Human reliability, artikel wiki, 16 Maret 2012, <http://en.wikipedia.org/wiki/Human_reliability>

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to PENGGUNAAN METODE PROBABILISTIK DAN NON PROBABILISTIK DALAM ANALISIS HUMAN RELIABILITY

  1. Pingback: PENGGUNAAN METODE PROBABILISTIK DAN NON PROBABILISTIK DALAM ANALISIS HUMAN RELIABILITY | indrasyahputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s