HUMAN-MACHINE INTERACTION with CNC (Computer Numerically Controlled)

Ditulis oleh M. Abdul Jumali (2511204002), Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri, ITS

Ergonomi merupakan ilmu pengetahuan yang terkait dengan kecocokan/kesesuaian antara manusia dengan pekerjaannya. Ilmu ergonomi menempatkan manusia sebagai titik sentral dan memperhatikan kemampuan dan keterbatasan manusia dalam pekerjaannya (Gilad, 1994). Secara umum ergonomi tidak hanya dikenal untuk pemecahan permasalahan secara fisik akan tetapi ergonomi juga berhubungan dengan aspek sosial dan psikologis manusia dan pekerjaannya. Sebagai contoh saja, pekerjaan sebagai operator di sebuah perusahaan yang memproduksi buah catur dengan menggunakan mesin CNC sebagai alat kerjanya. Dimana mesin CNC (Control Numerically Controlled) sendiri di definisikan suatu sistem mesin perkakas otomatisasi yang dioperasikan atas  perintah yang diprogram dengan memperhatikan sumbu ordinat X, sumbu Y,dan sumbu Z serta tersimpan dimedia penyimpanan sistem software (Widarto, 2008). Dalam proses produksinya yang menggunakan mesin bubut sering terjadi kecelakaan kerja baik berat maupun ringan. Tak jarang operator mesin mengeluh lelah dan nyeri, yang semua itu mempengaruhi psikologis dari operator dan mempengaruhi kinerja dari operator itu. Oleh karena itu agar kelangsungan kerja berjalan dengan baik terhindar dari kecelakaan kerja dan segala macam hal yang dapat menghambat proses kerja, faktor ergonomi harus sangat diperhatikan oleh perusahaan (Sritomo Wignjosoebroto, Arief Rahman, dan Dwi Pramono, 2005).

Pengaruh lingkungan kerja sangat berperan dalam hal ini tak hanya faktor fisik namun juga psikologis. Faktor fisik ini meliputi temperatur yang lembab, pencahayaan yang kurang merata, kebisingan yang menggangu konsentrasi operator, suhu udara yang membuat operator mudah gerah/ kepanasan yang menyebabkan emosinya juga mudah naik dan kinerja menjadi tidak maksimal yang keseluruhannya berdampak psikologis pada pekerja dalam hal ini operator sebagai pengguna alat kerja. Posisi kerja dari operator juga sangat menentukan kualitas kerja. Dalam hal ini berupa design tempat duduk operator yang harus disesuaikan dengan kebutuhan kerjanya. Tinggi dan ukuran bangku sesuai sehingga dapat memantau kerja mesin dan dapat menjanggkau tombol-tombol mesin tanpa harus menggeser bangku, sandaran punggung yang nyaman membuat persendian otot menjadi relaks dan tidak mudah capek. Diperlukan pula alat pelindung diri seperti ear plug dan ear muff untuk menghindari operator dari kecelakaan kerja.

Dalam studi kasus tertentu,  dibuktikan bahwa resiko kerja yang terjadi dikarenakan kurangnya tingkat kewaspadaan manusia dalam “penyatuan sejiwa” antara manusia dengan mesin yang dioperasikannya juga akan mengalami resiko kecelakaan kerja (Prasetyo, 2010).

Dari sudut pandang ergonomi keunggulan Mesin CNC dibandingkan mesin perkakas manual adalah

  • Keakuratan pada material lebih presisi seperti apa diharapkan.
  • Mengurangi penggunaan yang kurang perlu.
  • Ilmu ukur benda kerja tanpa perlupenandaan awal
  • Perubahan rancang bangun dapat diperiksa dengan lebih teliti.

Mesin akan melaksanakan fungsi sekaligus yaitu menerima rangsangan dari luar (sensing) dan pengendali aktivitas. Fungsi operator hanyalah memonitor dan menjaga agar supaya mesin tetap bekerja dengan baik serta memasukkan data atau mengganti dengan program-program baru apabila diperlukan. Selain kondisi-kondisi yang telah dijelaskan diatas, posisi kerja dari operator juga sangat menentukan kualitas kerja. Dalam hal ini berupa design tempat duduk operator yang harus disesuaikan dengan kebutuhan kerjanya. Tinggi dan ukuran bangku sesuai sehingga dapat memantau kerja mesin dan dapat menjanggkau tombol-tombol mesin tanpa harus menggeser bangku, sandaran punggung yang nyaman membuat persendian otot menjadi relaks dan tidak mudah capek. Diperlukan pula alat pelindung diri seperti ear plug dan ear muff untuk menghindari operator dari kecelakaan kerja.

Dengan adanya mesin CNC ini diharapkan dapat menghemat biaya dalam jumlah besar dari segi ekonomi dan meningkatkan output produk dari segi produktivitas. Penganalisaan cara kerja mesin CNC dilakukan sedetail mungkin pada setiap gerakan kerjanya termasuk gerakan-gerakan manual dalam skala mikro. Charles Babbage (1832) dan  FredericK W. Taylor (1881): memberikan tekanan agar lintasan produksi diupayakan untuk dibagi-bagi menjadi operasi-operasi kerja yang singkat, sederhana dan hanya memerlukan sedikit keterampilan.

Reference:

  • Gilad, I. (1994). A methodology for functional ergonomics in repetitive work. Elsevier Science B.V , 91-101.
  • Prasetyo, R. T. (2010). Makalah Seminar Kerja Praktik PROSES MACHINING DENGAN MENGGUNAKAN MESIN CNC PADA PT ASTRA OTOPARTS TBK DIVISI NUSAMETAL. Semarang: Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
  • Sritomo Wignjosoebroto, Arief Rahman, dan Dwi Pramono. (2005). Perancangan Lingkungan Kerja dan Alat Bantu yang Ergonomis untuk Mengurangi Masalah Back Injury dan Tingkat Kecelakaan Kerja pada Departemen Mesin Bubut. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ,Jurusan Teknik Industri, Kampus ITS Sukolilo.
  • Widarto. (2008). TEKNIK PERMESINAN JILID 2 UNTUK SMK. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s