KNOWLEDGE MANAGEMENT & REUSE

oleh : 2508.100.030

Adanya kemajua yang berkelanjutan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi menjadikan suatu kecepatan, kemudahan dan keleluasan dalam melakukan akses informasi dimana selanjutnya hal ini akan memberikan peluang yang lebih besar untuk individu dan organisasi menciptakkan dan membagi (share) knowledge yang dimiliki . Nyatanya, penemuan world wide web yang menginspirasi organisasi untuk melakukan investasi knowledge management yang diinisasi pada sekitar tahun 1990

Infrastruktur teknologi informasi harus menyediakan “saluran” mulus untuk aliran pengetahuan eksplisit yang melalui 5 tahap proses pendefinisan untuk memungkinkan:

* Menangkap pengetahuan,
* Mendefinisikan, menyimpan, mengkategorikan, pengindeksan dan menghubungkan objek digital sesuai dengan unit pengetahuan,
* Mencari (“menarik”) konten yang relevan,
* Menyajikan konten dengan fleksibilitas yang sesuai untuk diartikan  kedalam  beberapa konteks penting untuk  multiple context of use

Informasi teknologi seperti World Wide Web menawarkan suatu ‘lingkungan’ yang memiliki suatu potensi untuk  membangun sebuah repositori multimedia untuk yang kaya dengan pengetahuan eksplisit..

————————————————————————————————————————

KNOWLEDGE

Pengetahuan umumnya dibedakan dari data dan informasi. Data yang mewakili pengamatan atau fakta-fakta di luar konteks. Informasi merupakan hasil dari menempatkan data kedalam beberapa konteks  tertentu dan seringkali dalam bentuk pesan. Pengetahuan adalah apa yang kita percaya dan nilai berdasarkan akumulasi informasi (pesan)yang terorganisir melalui pengalaman, komunikasi atau inferensi. Pengetahuan dapat dilihat baik sebagai hal yang harus disimpan dan diolah lebih lanjut serta sebagai proses untuk mengetahui dan bertindak secara bersamaan – yaitu, menerapkan keahlian. Sebagai permasalahan didalam prakteknya, organisasi perlu mengelola pengetahuan baik sebagai objek dan proses.


Pengetahuan dapat diam-diam atau eksplisit. Pengetahuan tacit dipahami dan diterapkan, sulit untuk diartikulasikan, dikembangkan dari pengalaman langsung dan tindakan, dan biasanya dibagi melalui percakapan sangat interaktif. Pengetahuan eksplisit, sebaliknya, bisa lebih tepat dan lebih mudah untu diartikulasikan. Pengetahuan eksplisit memiliki peran yang semakin besar dalam organisasi, dan dianggap menjadi suatu faktor yang paling penting dalam perusahaan

Pengetahuan juga dapat berkisar dari sesuatu yang bersifat umum ke khusus. Pengetahuan umum yang luas, sering tersedia untuk publik, dan independen dari peristiwa tertentu. Pengetahuan khusus, sebaliknya, adalah konteks-spesifik.

Suatu Kinerja yang efektif dan pertumbuhan dalam intensive knowledge organisasi membutuhkan suatu integrasi dan sharing knowledge yang sangat terdistribusi. explicating tacit knowledge  sehingga dapat lebih efisien dan bermakna, dan diterapkan kembali, terutama di luar komunitas yang berasal, adalah salah satu aspek yang sukar untuk dipahami dari knowledge mangaement.

————————————————————————————————————————

KNOWLEDGE & ORGANIZATION

Suatu konsep mengenai pengetahuan organisasi sebagai aset strategis berharga dipopulerkan oleh manajemen terkemuka serta oleh teori organisasi. Untuk tetap kompetitif, organisasi harus efisien dan efektif tmenciptakan, menemukan, menangkap, dan berbagi pengetahuan organisasi dan keahlian yang dimiliki. Hal ini menjadikan pembuatan knowledge yang dimiliki perusahaan menjadi  explicit knowldge menjadi penting agar lebih mudah untuk di-record dan selanjutnya didistribusikan dan sharing knowledge.

Perusahaan-perusahaan menunjukkan minat yang luar biasa dalam melaksanakan proses knowledge management  dan teknologi, dan bahkan mulai mengadopsi knowledge management  sebagai bagian dari strategi bisnis mereka secara keseluruhan


Meskipun knowledge management  dapat diterima secara luas, hanya sedikit organisasi yang saat ini sepenuhnya mampu mengembangkan pengetahuan organisasi penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Banyak organisasi dengan sistem didalam perusahaan yang kompleks sehingga pengetahuan mereka terfragmentasi, sulit untuk menemukan dan berbagi, dan karena itu, berlebihan dan menjadi tidak konsisten atau tidak digunakan sama sekali. Dalam lingkungan saat ini perubahan teknologi yang cepat dan diskontinuitas, bahkan pengetahuan dan keahlian yang bisa dibagi sering cepat dibuat usang.

                Struktur organisasi merupakan suatu elemen yang sangat berpengarug dalam keberhasilan dan kegagalan dalam mengaplikasikan knowledge management. Struktur organisasi yang dimaksudkan meliputi : peraturan-peraturan yang bersifat formal dan tidak formal, kebijakan, prosedur, reward system, insentif, kerja praktek, hirarki hubungan pelaporan, unit departemen batasan yang dibentuk dan terbentuk dari aktivitas sehari-hari di dalam perusahaan

————————————————————————————————————————

REUSE KNOWLEDGE

Proses dari reuse knowlege terdiri dari 4 tahapan, yaitu : capturing and documenting knowledge, packaging knowledge for reuse, distributing or disseminating knowledge, dan reusing knowledge.

                Terdapat tiga peran yang berpengaruh didalam proses knowledge reuse, yaitu : The knowledge producer (seorang pengagas dan mendokumentasikan serta mencatat pengetahuan eksplisit atau mengkonversi pengetahuan tacit ke pengetahuan eksplisit), The knowledge intermediary (seseorang yang mempersiapkan pengetahuan untuk digunakan kembali), The knowledge consumer ( sesorang yang mengunakan kembali knowledge dan diaplikasikan untuk konteks yang berbeda

Permasalahan dalam reuse knowledge

Biaya : Waktu dan uang yang diperlukan untuk mengatur, mengemas, menyimpan, dan memperoleh knowledge. Hal ini terutama berlaku dalam kasus-kasus seperti ketika pengetahuan tacit menjadi pengetahuan eksplisit di ekstranilasasi seperti dokumen. Banyak biaya yang juga dikaitkan dengan capturing knowledge dan persiapan untuk document retreival

Kebutuhan spesifik dari individu-individu tertentu dan kelompok:. Manajemen harus sadar akan kebutuhan yang berbeda, dan mendukung  dalam setiap situasi  yang sesuai didalam perusahaan.

Shared work producer : dalam pengetahuan eksplisit perlu diperhatikan proses pengideksan, kategorisasi dan fungsi pencarian yang saling terkait dengan knowledge. Hal ini diperlukan untuk menjaga konsistensi dari knowledge reuse

Willingnes : kesediaan yang dimaksudkan adalah untuk kesediaan producer untuk mencari knowledge sebagai suatu bagian dari consumer

 

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s