Behaviour Modelling

Posted By : 2508100010

1. Histori dan Perkembangan Behaviour Modelling
Pernah denger kata Behaviour Modelling (BM) ?? apa sih BM itu ?? nah sebenernya BM ini adalah salah satu cabang ilmu dari para industrial engineer, yaitu ilmu optimasi dan simulasi yang awalnya digunakan untuk menjawab suatu permasalahan optimasi atau kerennya lebih dikenal dengan operational research. Nah..klo istilah barusan pasti sering denger kan ?? lalu seiring dengan perkembangan zaman, maka penggunaan BM ini menjadi tidak terbatas pada modeling suatu optimasi permasalahan saja, namun bisa dikembangkan lebih lanjut menggunakan pendekatan cabang ilmu ergonomi. Salah satunya dengan sharing knowledge dan ergonomi kognitif. Masih asing juga sama yang satu ini ?? saya beritahu sekilas ya, jadi sharing knowledge itu sebenarnya adalah salah satu metode penyampaian informasi yang dilakukan oleh satu pihak ke pihak lain, biasanya informan yang dipilih adalah orang yang sudah expert dalam bidang yang akan di sharing knowledge-kan. Kemudian ergonomi kognitif adalah sebuah cabang ilmu ergonomi yang digunakan untuk mengatasi keterbatasan manusia terhadap kemampuan penyerapan dari sebuah informasi. Sudah lumayan ngerti kan ?? oke kita lanjut lagi ya..Terus kenapa saya jadi ikut-ikutan ngejelasin berbagai macam cabang ilmu tadi ?? nah..jadi gini nih, sebenernya 2 cabang ilmu ergonomi tadi (sharing knowledge dan ergonomi kognitif) kan bertujuan untuk memilah informasi yang paling tepat dari orang yang tepat (sharing knowledge) serta bagaimana menyampaikan informasi sehingga bisa diterima dengan baik oleh manusia (ergonomi kognitif). Nah gabungan 2 cabang ilmu inilah yang nantinya digunakan sebagai dasar dalam pengembangan behaviour modelling ini sehingga mampu mencapai tujuan dari BM yang baik, yaitu sebuah permodelan perilaku yang benar atas suatu kegiatan, dengan cara penyampaian yang sebaik mungkin sehingga mampu diterima, diolah, dan dipraktekkan dengan baik oleh orang yang menerima informasi dari BM tersebut.

2. Pengertian Behaviour Modelling
Jadi, bisa kita simpulkan bahwa Behaviour Modeling (BM) ini adalah suatu pendekatan untuk meng-capture perilaku manusia yang digambarkan melalui sebuah bentuk permodelan yang menggunakan pendekatan kognitif sehingga mudah dipelajari dan digunakan oleh orang lain. Pendekatan BM ini berbasis kepada objek amatan yang dipandang secara holistik atau memandang suatu permasalahan secara menyeluruh, yang dimaksudkan untuk mampu menunjukkan bagaimana variabel-variabel yang mempengaruhi suatu permasalahan akan saling berkolaborasi untuk mendukung setiap kejadian. Sehingga hal ini mampu menjelaskan sebuah konsep bahwa berbagai perilaku manusia yang muncul sebenarnya ditimbulkan karena berbagai macam interaksi dari tiap-tiap variabel yang mempengaruhi suatu perilaku.

3. Aplikasi Behaviour Modelling

Gambar 1. Simulasi Penerbangan

Aplikasi BM sendiri bisa dipraktekkan pada berbagai macam bidang, seperti pada Bidang Biologi , Bidang Militer, Bidang Pendidikan, Tindakan Safety, Driving Simulation, dll. Pada dasarnya metode ini bisa digunakan untuk berbagai macam tindakan manusia, karena hampir semua hal yang memiliki objek manusia bisa dimodelkan dan di-capture. Metode ini banyak digunakan sebagai salah satu metode pencontohan perilaku dengan berbagai macam media seperti Diagram alur (dalam bentuk SOP), Program simulasi (permainan simulasi), dan Video tutorial (video yang berisikan tutorial dalam melakukan sesuatu). BM sendiri saat ini mayoritas digunakan untuk melakukan simulasi atas suatu tindakan yang dilakukan manusia, seperti pada simulasi mengendarai mobil dan pesawat. Beberapa pihak bahkan mengklaim bahwa mereka telah mampu mengembangkan suatu permodelan BM yang bisa mendeteksi dan menganalisa suatu ketidak sesuaian dalam sistem. Sehingga kita bisa menarik hipotesa bahwa pada saat ini BM juga mampu dikembangkan untuk menjadi sebuah evaluator dari sebuah sistem, sehingga metode ini tidak lagi bersifat pasif (hanya memberikan informasi suatu kejadian berdasarkan hasil simulasi tanpa ada feedback lanjutan) namun juga mampu menjadi aktif (mampu melakukan saran rekomendasi atas hasil simulasi).

Gambar 2. Model Pola Penyebaran Api

Nah, dengan semakin berkembangnya kondisi evolusi BM saat ini, maka tidak menutup kemungkinan bahwa penciptaan BM ini akan lebih kompleks dan memerlukan spesifikasi yang lebih tinggi lagi, baik dari SDM maupun software atau media lain yang nantinya akan dikembangkan. Sehingga hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan BM ini juga semakin banyak, antara lain adalah berbagai opsi tindakan yang mungkin dilakukan, variabel-variabel yang dimiliki (tentunya akan semakin kompleks supaya lebih sesuai dengan real sistem), penggambaran permodelan (tidak bisa dipungkiri bahwa penggambaran kondisi permodelan yang lebih baik akan membuat suasana lebih real), teknologi AI (AI yang dibuat lebih mirip dengan manusia, terutama dari segi random event), serta terakhir adalah kemiripan dengan kondisi nyata. Karena output permodelan yang diinginkan muncul dalam metode ini diinginkan supaya mampu merepresentasikan kondisi sebenarnya dari suatu kejadian.

Referensi :

1. http://www.physorg.com/news/2011-07-advanced-behaviour-online-fraud.html

2. http://www.bushfirecrc.com/projects/a11/fire-behaviour-modelling

3. http://www.rto.nato.int/ACTIVITY_META.asp?ACT=MSG-107

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s