Sleeping Index

Tidur. Mengapa kita harus tidur? Mengapa kita butuh tidur?

Semua manusia bahkan hewan memerlukan tidur. Tanpa terkecuali semua orang dan hewan melakukannya namun dengan kondisi dan ritme yang berbeda. Tidur dilakukan mulai dari bayi hingga orang dewasa melakukannya, entah orang yang normal atau yang mengalami cacat fisik, maupun mental semuanya tidur. Bahkan pernah ditemukan fakta yang unik mengenai tidur. Manusia dapat bertahan hidup lebih lama tanpa makan daripada tanpa tidur. Berikut merupakan urutannya :

Hal diatas menunjukkan pentingnya tidur bagi manusia dan mahkluk hidup lainnya. Jadi dapatkan kalian tebak berapa lamakah manusia mampu bertahan tanpa tidur? Ya, jawabannya adalah batas maksimal yang telah ditemukan selama ini yaitu 264 jam atau kira-kira 11 hari tanpa tidur, jika lebih dari batas tersebut maka akan terjadi gangguan baik bagi fisik maupun mental dan parahnya dapat menyebabkan kematian juga lho. Manusia menghabiskan sekitar sepertiga umurnya untuk tidur. Berikut merupakan beberapa pengertian atau definisi tidur :

Definisi Tidur

  • Tidur bukan hanya sekedar istirahat, tapi jauh dari itu ada proses perbaikan pada seluruh organ tubuh.
  • Bagian dari periode alamiah kesadaran yang terjadi ketika tubuh direstorasi (diperbaiki) yang dicirikan oleh rendahnya kesadaran dan keadaan metabolisme tubuh yang minimal
  • Merupakan suatu kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensori yang sesuai (Guyton 1986)
  • Apa saja yang terjadi pada tubuh saat tidur? Tak hanya mengistirahatkan otot, saat tidur tubuh mengalami perbaikan sel otak dan otot serta detoksifikasi (mengeluarkan racun). Tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas (kekebalan tubuh), memperbaiki sistem peredaran darah serta sebagai proses restorasi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan tidur seseorang :

  • Penyakit
  • Latihan dan kelelahan
  • Stress psikologis
  • Obat
  • Nutrisi
  • Lingkungan
  • Motivasi

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, seseorang perlu tahu durasi tidur yang sesuai bagi mereka. Durasi tidur yang sesuai biasanya ditentukan berdasarkan jenis kelamin, usia dan aktivitas seseorang. Berikut merupakan data jumlah kebutuhan tidur berdasarkan umur:

Dari fakta-fakta yang ada telah ditunjukkan bahwa tidur itu merupakan suatu kegiatan yang sangat penting bagi manusia. Dan tidur memberi pengaruh yang sangat besar pada performansi seseorang dalam melakukan kerja. Nah, oleh sebab itu manusia membutuhkan waktu tidur yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya.

Pada masa ini, adanya perubahan zaman, gaya hidup, asupan nutrisi dan beban kerja semakin tidak karuan. Hal tersebut menyebabkan pola tidur yang tidak sesuai yang berdampak pada timbulnya gangguan tidur seperti insomnia dan gangguan-gangguan tidur lainnya. Para pekerja khususnya yang terkena dampak yang besar jika mereka mengalami gangguan tidur. Menurut ILO, berdasarkan data dari semester pertama di tahun 2011, terdapat 48,515 kecelakaan kerja. Sementara dari 4.057 perusahaan yang diperiksa, 3.517 mendapat surat peringatan dari para pengawas agar menjalankan kegiatan perusahaan sesuai dengan peraturan. Menurut beberapa data yang didapatkan diketahui bahwa salah satu faktor penyebab utama kecelakaan kerja yang disebabkan oleh manusia adalah stress dan kelelahan (fatique). Kelelahan kerja memberi kontribusi 50% terhadap terjadinya kecelakaan kerja (Setyawati, 2007). Kelelahan bisa disebabkan oleh sebab fisik ataupun tekanan mental. Salah satu penyebabfatique adalah ganguan tidur (sleep distruption) yang antara lain dapat dipengaruhi oleh kekurangan waktu tidur dan ganguan pada circadian rhythms akibat jet lag atau shift kerja (Wicken, et al, 2004).

Dari tingginya tingkat kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh masalah gangguan tidur tersebut membuktikan bahwa tidur yang berkualitas merupakan hal yang esensial khususnya bagi para pekerja. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penilaian terhadap kualitas tidur seseorang khususnya bagi orang dewasa dan usia produktif sehingga dapat membantu sebuah perusahaan untuk menentukan shift kerja yang baik bagi pekerjanya. Penilaian tersebut dilakukan dengan menggunakan sebuah metode yang bernama PSQI (The Pittsburgh Sleep Quality Index). PSQI sendiri ialah suatu metode penilaian yang berbentuk kuesioner yang digunakan untuk mengukur kualitas tidur dan gangguan tidur orang dewasa dalam interval satu bulan. Dari penilaian kualitas tidur dengan menggunakan metode PSQI ini akan didapatkan outputan berupa Sleeping Index. Apa itu Sleeping Index? Sleeping Index merupakan suatu skor atau nilai yang didapatkan dari pengukuran kualitas tidur seseorang yang pengurkurannya dicari dengan cara mengisi kuesioner PSQI dengan pembobotan tertentu. Index atau nilai tersebut yang nantinya akan menggambarkan seberapa baikkah kualitas dari tidur seseorang.

Dalam PSQI ini terdapat tujuh skor yang digunakan sebagai parameter penilaiannya. Tujuh skor tersebut yaitu :

  • Kualitas tidur
  • Latensi tidur
  • Durasi tidur
  • Kebiasaan tidur
  • Gangguan tidur
  • Penggunaan obat tidur (yang berlebihan)
  • Disfungsi siang hari selama satu bulan terakhir

Item-item yang terdapat pada PSQI tersebut diperoleh dari tiga sumber yaitu : institusi kesehatan/klinik, pengalaman pasien yang memiliki gangguan tidur, hasil dari penelitian sebelumnya mengenai kuesioner kualitas tidur serta pengalaman medis dengan instrumen yang berkepentingan selama 18 bulan uji lapangan. PSQI ini melakukan penilaian pada satu bulan sebelumnya dengan asumsi penilaian dilakukan hanya untuk aktivitas tidur yang dilakukan di malam hari.

PSQI terdiri dari 19 kuesioner untuk penilaian individu, 5 kuesioner lain ditujukan untuk partner tidur atau teman sekamar. Lima kuesioner tersebut tidak diikutkan dalam perhitungan dan hanya digunakan untuk informasi medis saja. 19 Kuesioner yang berkaitan untuk penilaian individu tersebut diberikan mampu menilai varietas yang sangat luas berkaitan dengan kualitas tidur seseorang termasuk estimasi dari durasi tidur, latensi tidur, frekuensi tidur serta tingkat keparahan permasalahan tidur seseorang. 19 Item ini akan digrupkan kedalam 7 komponen skor, yang tiap itemnya dibobotkan dengan bobot seimbang dalam rentang skala 0-3. Ketujuh komponen tersebut pada akhirnya akan dijumlahkan sehingga didapatkan skor global PSQI yang memiliki rentang skor 0-21, semakin tinggi skor yang didapatkan seseorang menandakan bahwa orang tersebut mengalami kualitas tidur terburuk. Umur dan jenis kelamin seseorang mempengaruhi hasil skor global PSQI, biasanya laki-laki memiliki skor lebih buruk dibandingkan dengan perempuan.

Banyak penelitian tentang gangguan tidur yang menggunakan metode PSQI, hal tersebut dikarenakan PSQI memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Namun metode PSQI ini juga memiliki kekurangan yaitu pengisian kuesioner PSQI dapat memperoleh hasil yang kurang akurat dikarenakan keterbatasan dan kesulitan klien untuk memahami pertanyaan sehingga perlu untuk dipandu dalam pengisiannya.

Berikut akan disertakan kuesioner PSQI berserta cara pengukurannya. PSQI questionare

semoga bermanfaat🙂

sumber :

http://journal.uii.ac.id/index.php/jurnal-teknoin/article/viewFile/792/710

http://www.sleep.pitt.edu/includes/showFile.asp?fltype=doc&flID=1296

www.ilo.org

www.businessnews.co.id

http://askepdoumbojo.blogspot.com

by : 2508100150

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s