Ergonomics Applications in Mining Industry “Why, What, and How.”

By : 2508100122

Why??

Then there was the whole concept of coal mining, which is a culture unto itself, the most dangerous occupation in the world, and which draws and develops a certain kind of man.
Martin C. Smith

In gold mining “you may be one foot away from a million dollars or a million feet away from one dollarThe ultimate gamble.

Gambling. Mungkin itulah jawaban paling cocok, jika ada seseorang yang bertanya, ‘Bagimana rasanya bekerja di industri pertambangan?’. Gambling, jelas, karena sangat beralasan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang benar-benar tahu, di titik manakah tepatnya, emas, batu bara, atau apapun itu, menumpuk. Sebenarnya, hal itu tidak perlu dipusingkan dan dikeluhkan, karena keberadaan bahan tambang memang sudah ditakdirkan seperti itu, penuh misteri, tebakan, ramalan, maupun perkiraan. Satu hal yang jadi permasalahan, adalah fenomena gambling di industri pertambangan itu, ternyata  tidak hanya pada ketersediaan bahan tambang saja, tetapi juga pada jiwa penambang.  Tidak tanggung tanggung, bahkan mining machine operator saja menempati urutan ke-7 dalam daftar “pekerjaan paling berbahaya tahun 2011” versi NCBC, dengan fatality rate: 38.7/100.000, total death  23 dan annual mean salary : $ 44.010.  NIOSH (National Institute of Occupational Savety and Health), menyebutkan bahwa  fatality rate industri pertambangan dan private industry dari tahun ke tahun termasuk tinggi. Meskipun pada tahun 2009 fatality rate tersebut mengalami penurunan cukup signifikan, fenomena ini masih harus terus diperhatikan dan ditangani, agar penurunannya tidak hanya berhenti sampai di situ.

 

Gambar 1 Fatal Occupational Injuries in Private Mining industries

Fatalities Rate tersebut terjadi pada lokasi kerja pertambangan tertentu, dan melalui type kecelakaan tertentu, seperti ditunjukkan pada pie chart berikut:

Gambar 2 Number and Distribution of Mining Fatalities by Work Location  by Type of Incident, 2003-2007

Fakta-fakta tersebut mengidikasikan bahwa kegiatan dalam  industri pertambangan memang sangat beresiko menimbulkan kecelakaan kerja, sehingga sangat berbahaya dan memerlukan tindakan prediktif, korektif, maupun preventif. Nah, dalam hal inilah, ergonomi memainkan perannya. Tepatnya, ergonomi memberikan peran bagaimana agar kegiatan pertambangan yang notabene sangat berbahaya sekalipun, bisa menjadi ENASE (enak, nyaman, aman, sehat dan efisien). Satu hal yang mungkin perlu ditekankan dalam dunia pertambangan adalah faktor “aman” yang menjadi fokus utama salah satu cabang ilmu Ergonomi, yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sehingga dalam hal ini, akan lebih dalam membahas peranan K3 dalam dunia pertambangan.

What??

Kegiatan Pertambangan

Ada banyak definisi dari berbagai versi yang menyebutkan apa sebenarnya pertambangan itu.

Dalam situs yang biasa digunakan orang saat akan mencari suatu definisi (www.wikipedia.com), disebutkan bahwa:

“Mining is the extraction of valuable minerals or other geological materials from the earth, from an ore body, vein or (coal) seam. The term also includes the removal of soil”

Dalam Macquarie Dictionary , disebutkan:

“Mining is the action, process, or industry of extracting ores, etc., from mines. It includes any activity that fits the definition of mining, irrespective of whether the activity relates to private individuals, organisations whose principal business is not mining (e.g. companies involved in diverse industries), or organisations whose principal business is mining.”

Untuk versi Indonesianya, berkut adalah definisi kegiatan pertambangan dalam undang-undang Mineral dan Batubara (UU MINERBA) :

“Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.”

Setelah membaca berbagai sudut pandang dari definisi pertambangan, tentunya dapat disimpulkan sendiri, betapa beresikonya kegiatan pertambangan, terutama dari segi keselamatan para pekerja tambang.

Macam-macam kegiatan pertambangan

Kegiatan pertambangan pada umumnya memiliki tahap-tahap kegiatan sebagai berikut:

1.   Eksplorasi

Kegiatan eksplorasi merupakan serangkaian pengamatan, baik melalui udara, survey, dan berbagai macam studi, mengenai lokasi pertambangan.  Selain itu, pembuatan jalan dan landasan untuk pengeboran juga termasuk didalamnya.

2.   Ekstraksi dan Pembuangan Limbah Batuan

Merupakan kegiatan pembuangan limbah batuan yang tidak bernilai jual dalam lokasi tambang, biasanya dilakukan di tambang terbuka.

3.   Pengolahan Bijih dan Operasional Pabrik Pengolahan

Dalam proses ini, bijih yang telah ditambang mengalami proses pengolahan menjadi konsentrat bijih dan diolah lebih lanjut, atau langsung dipasarkan.

4.    Penampungan Tailing, Pengolahan dan Pembuangan

Tailing menyerupai lumpur dengan komposisi cairan sekitar 40-70%.

5.    Pembangunan infrastruktur jalan akses dan pembangkit energi

Serangkaian kegiatan pembangunan sarana pendukung dan fasilitas penunjang kegiatan pertambangan

6.     Pembangunan Pemukiman Karyawan dan Base Camp Pekerja

Mengingat lokasi pertambangan jauh dari keramaian dan terencil, maka pembangunan pemukiman karyawan dan basecamp pekerja menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Dalam semua kegiatan pertambangan, aspek Ergonomi, khususnya K3 harus diterapkan.

Ergonomi

Menurut Sritomo Wignjosoebroto, Ergonomi berasal dari kata dalam bahasa yunani yaitu Ergo yang berarti kerja dan Nomos yang berarti hukum. Lebih jelasnya,  ergonomi adalah  disiplin keilmuan yang mempelajari manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan. Dalam hal ini, ergonomi sadar betul akan keterbatasan yang dimiliki manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sistem kerja, baik itu berupa perangkat keras (mesin, alat kerja)  maupun lunak (metode/prosedur kerja, sistem,dll).

K3 (Keselamatan dan kesehatan kerja)

Seperti kepanjangannya, definisi K3 dapat dibagi menjadi dua aspek, yaitu dari segi keselamatan kerja dan kesehatan kerja:

  • Kesehatan Kerja

Menurut Suma’mur (1976) Kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/ gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum.

  • Keselamatan Kerja

Secara umum, arti dari kesehata kerja adalah upaya dalam menjamin kesempurnaan jasmani maupun rohani pekerja dan masyarakat pada umumnya. Keselamatan kerja, dari sudut pandang keilmuan, merupakan kajian dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

How??

Penerapan Ilmu ergonomi, khususya K3 dapat dilakukan melalui banyak hal, diantaranya :

1.      Identifikasi Hazard di lokasi pertambangan, termasuk solusinya

Berikut adalah beberapa hazard yang ditemukan di lokasi pertambangan beserta solusinya yang didapatkan dari sebuah artikel (in depth review) tulisan A. M. Donoghue yang berjudul Occupational health hazards in mining: an overview :

a)      Physical Hazard

  • ·         Noise

oSangat umum terjadi di area pertambangan, disebabkan oleh: Pengeboran, peledakan, pemotongan, material handling, ventilasi

o   Akibatnya : gangguan pendengaran

o   Solusi : Pegontrolan bunyi, terbukti dapat mengurangi noise dan ganggauan pendengaran, yang umum terjadi setelahnya

  • ·         Panas dan kelembapan

o   Kerap ditemukan di lingkungan beriklim tropis dan lokasi pertambangan yang jauh di dalam tanah, dimana suhu batuan dan udara meningkat seiring dengan meningkatnya kedalaman.

o   Akibatnya : strok kepala fatal, Miliaria rubra (di pertambangan bawah tanah afrika)

o   Solusi : Mengadakan pemeriksaaan kesehatan secara berkala kepada setiap pekerja dan memberikan vaksin tertentu

  • ·         Paparan sinar matahari :

o   Terjadi pada penambangan di atas permukaan tanah

o   Akibatnya : Terjadinya squamous cell dan basal cell carcinomas

o   Solusi : menggunakan pakaian pelindung sinar matahari

b)  Chemical hazard

  • ·         Paparan partikel diesel

o   Terjadi pada penambangan bawah tanah karena peralatan yang menggunakan tenaga diesel yang biasanya digunakan untuk pengeboran

o   Akibatnya : Kanker paru-paru

o   Solusi : Pengendalian dengan penggunaan bahan bakar rendah sulfur, perawatan mesin dan ventilasi di area tambang

  • ·         Adanya zat arsenic

o   Kontaminan bijih logam, pada penambangan tembaga

o   Menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak, sehingga memungkinkan adanya kontaminan

o   Akibat : Kanker paru-paru

o   Solusi : Mengurangi kontaminan dengan mengontrol proses pengolahan

  • ·         Adanya zat sianida

o   Terjadi pada proses Hydrometallurgy pada pengerjaan emas dan tembaga

o   Akibat : Paparan gas sianida

o   Solusi : Penggunaan zat dengan konsentasi sianida yang rendah pada proses hydrometallurgy

 

c)      Biological Hazard :

  • ·         Lingkungan yang kurang bersih

o   Sering terjadi pada beberapa lokasi pertambangan,

o   Akibat : Malaria dan demam  bedarah Leptospirosis dan ankylostomiasis

o   Solusi : Peningkatan kebersihan

d)      Ergonomic Hazard

  • ·         Manual handling

o   Akibat : Cumulative trauma disorder yang meyebabkan Occupational disease, prolonged disability

o   Mengurangi manual handling

  • ·         Overhead work

o   Sering terjadi di bawah tanah

o   Akibat : Shouder disorder

o   Solusi : Mengurangi Overhead work

  • ·         Permukaan tanah lokasi tambang yang rusak

o   Akibat : Cidera lutut dan pergelangan kaki

o   Solusi : Memperbaikain sarana dan prasaraa di lokasi pertambangan.

  • ·         Rock Fall

o   Akibat : Fatal injuries

o   Solusi : Pencegahan dengan pengendalian alat-alat bergerak

e)      Psycological Hazards

  • ·         Lokasi terpencil

o   Akibat : Gangguan psikis karena jauh dari keluarga

o   Solusi : Menyesuaikan tepat tinggal pekerja dengan lokasi kerja

  • ·         Expatriat placement

o   Akibat : Masalah sosial

o   Solusi : Memberikan penduduk setempat pekerjaan yang layak secara adil

Dengan didentifikasikannya macam-macam hazard, beserta akibat dan solusinya di lokasi pertambangan diharapkan segala hazard yang mungkin dapat terjadi bisa dicegah atau diminimalisir.

2.      Penggunaan APD yang sesuai standar

Berikut adalah APD (alat pelindung diri) yang harus dikanakan oleh para penambang, diantaranya adalah :

Gambar 3 : APD di Mining Industry

3.      Melakukan serangkaian Ergonomic Proses terhadap kegiatan pertambangan

Beberapa perusahaan tambang menerapkan berbagai ergonomic proses terkait dengan pertambangan. Ergonomic Process tersebut seperti :

  • Mencatat keluhan kerja yang diderita oleh pekerja,
  • Menempel stiker pentingnya penerapan aspek K3 di Industri pertambangan,
  • Mendata handtools yang digunakan oleh pekerja tambang, dsb.
  • Mendata pekerjaan manual yang dilakukan operator
  • Melakukan improvement dari sudut pandang ergonomi terhadap task-task yang dilakukan operator

Last but not least, bagaimanapun juga, peranan ilmu ergonomi di Industri pertambangan memang sangat penting, mengingat begitu berbahanya kegiatan pertambangan tersebut sementara semua pekerja, tanpa terkecuali, berhak untuk mendapatkan rasa aman dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya.

 (The coal) mining industry is very destructive and it doesn’t have to be.
Kevin Richardson

Video: How Do They Do It?: Coal Mining

Referensi

Web :

most-dangerous-jobs-2011-092011

Ergonomi

index.php?view=article&catid=37%3Abina-korpri&id=57%3Akeselamatan-yang-utama-tapi-sering-terlupa-&option=com_content&Itemid=53

cara-pengelolaan-pembangunan-pertambangan

Mining

753d6f59cf22941aca2570a3007ae6a6!OpenDocumen

fatalities.htm

35119050011

most-dangerous-jobs-2011-092011

175431

Artikel dan Review :

Mining and The Environtment, EASES Discussion Paper Series

Occupational health hazards in mining: an overview, In-Depth Reviews

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s