PENERAPAN HIERARCHICAL TASK ANALYSIS PADA ONLINE SHOPPING

Ergonomi secara umum adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari bagaimana hubungan manusia dengan lingkungan yang ada disekitarnya. Lingkungan tersebut bisa diartikan sebagai lingkungan kerja, lingkungan organisasi, dan lain sebagainya. Ergonomi mencoba melakukan rekayasa terhadap lingkungan agar manusia yang berinteraksi di dalamnya bisa beraktivitas dengan baik dan tercipta suasana kerja yang efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien. Dengan baiknya suasana lingkungan tempat manusia berinteraksi, diharapkan produktivitas manusia bisa meningkat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kognitif diartikan berhubungan dengan atau melibatkan kognisi. Secara umum kognisi dapat diartikan sebagai kemampuan manusia dalam memahami apa yang ada di lingkungan sekitarnya dan mampu memberikan respon dan feedback yang sesuai. Jadi ergonomi kognitif adalah suatu bidang dalam ergonomi yang mempelajari tentang keterbatasan manusia dalam memahami informasi yang ada di lingkungan sekitar serta bagaimana merancang suatu lingkungan yang memudahkan manusia untuk memberikan respon yang sesuai.

Salah satu metode yang ada dalam Ergonomi Kognitif adalah hierarchical task analysis (HTA). HTA adalah sebuah metode yang mendetailkan langkah-langkah kerja apa saja yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Bentuk dari HTA adalah breakdown tree dengan beberapa level, dimana level yang lebih bawah akan menjelaskan level diatasnya. Level 0 adalah tujuan/goal yang ingin dicapai. Level 1 adalah tahapan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Level 2 mendetailkan langkah yang ada di level 1, begitu seterusnya sampai langkah yang paling detail dan tidak bisa dipecah lagi.

Saat ini sistem belanja menggunakan internet atau yang sering disebut dengan online shopping menunjukkan peningkatan yang pesat. Didukung oleh berkembangnya internet dan device dengan harga terjangkau. Sudah banyak perusahaan ataupun perseorangan yang menawarkan transaksi online dan kemudian barangnya akan dikirimkan kepada konsumen. Barang yang ditawarkan juga bervariatif, mulai dari barang elektronik, pakaian, buku, maupun kendaraan bermotor.

Namun perkembangan dunia online shopping juga masih diikuti dengan permasalahan yang ada. Beberapa permasalahan yang paling umum terjadi antara lain keterlambatan barang sampai di tangan konsumen serta berbedanya spesifikasi antara barang yang dikirim dengan barang yang dibeli. Hal ini tentu saja sangat merugikan konsumen. Permasalahan diatas kemungkinan besar disebabkan belum adanya suatu SOP yang jelas dalam proses pemenuhan permintaan konsumen.

Oleh karena itu perlu adanya suatu pendetailan aktivitas-aktivitas yang ada dalam pemenuhan transaksi online. Pendetailan aktivitas dilakukan dengan menggunakan metode hierarchical task analysis. Adapun bentuk HTA dari online shopping dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas, dapat dijelaskan bahwa level 0 atau tujuan dari pembuatan HTA ini adalah barang sampai ditangan konsumen dengan tepat dan cepat. Tepat dalam hal spesifikasi produk dan alamat konsumen, dan cepat tanpa ada keterlambatan dari waktu yang dijanjikan. Untuk mencapai tujuan ini, terdapat enam aktivitas yang harus dilakukan seperti yang digambarkan pada level 1. Aktivitas pertama yang dilakukan adalah menerima pesanan dari konsumen, aktivitas kedua adalah pencatatan database konsumen, aktivitas ketiga adalah meminta konsumen melakukan pembayaran, dst. Aktivitas ini perlu didetailkan lebih lanjut pada level 2. Misal pada aktivitas menerima pesanan dari konsumen, pendetailan dari aktivitas ini adalah mencatat jenis dan spesifikasi produk yang diinginkan oleh konsumen, cek produk yang dipesan di gudang, memberikan informasi kepada konsumen, dan melakukan konfirmasi kepada konsumen. Begitu juga dengan aktivitas lainnya perlu didetailkan sampai aktivitas yang paling kecil.

Dengan adanya pendetailan aktivitas dalam online shopping diharapkan permasalahan yang selama ini terjadi bisa diminimalisir. Selain itu gambar HTA di atas dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan SOP yang baik dan benar.

Ditulis oleh:
2508100059

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s