Light Environmental Assessment

Ditulis oleh : 2508100135

Apa sih light environmental assessment itu? mari kita lihat sekilas video berikut

video : Low Light Engagement Training Asymmetric Training and Assessment

Oke, sekilas video di atas menceritakan seorang polisi yang sedang berlatih menembak tepat pada sasaran dengan kondisi di malam hari yang gelap dengan batuan hanya berupa penerangan dari lampu mobil polisi yang berkedip kedip. Hal ini sangat sulit bagi para pemula untuk melakukan tembakan yang tepat mengenai sasaran dengan pencahayaan yang sangat minim.

Sepertinya sudah mulai tergambarkan apa itu light environmental assessment?? Mari kita bahas lebih detail🙂

Lingkungan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kinerja manusia baik dari suhu, kebisingan, udara maupun cahaya. Kali ini saya akan lebih mengulas tentang cahaya. Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. Penerangan dibutuhkan untuk kepuasan pekerja, kualitas kerja dan produktivitas. Maka cahaya harus memenuhi persyaratan minimal untuk kenyamanan visual. Oleh karena itu perlu diukur berapa cahaya yang ideal untuk produktivitas kerja manusia.

Nah, Sebelum tahu seberapa cahaya yang harus memenuhi persyaratan minimal terlebih dahulu perlu tahu macam-macam cahaya berdasarkan sumbernya,  dibedakan menjadi dua antara lain :

1. Pencahayaan Alami

Merupakan pencahayaan yang bersumber dari sinar matahari. Kelemahannya kurang efektif dibanding dengan penggunaan pencahayaan buatan karena Intensitas cahaya yang tidak tetap dan untuk mendapatkan pencahayaan alami pada suatu ruang diperlukan jendela-jendela yang besar ataupun dinding kaca paling tidak 1/6 daripada luas lantai.[1] Keuntungannya otomatis hemat energi listrik selain itu juga bisa membunuh kuman.

2.Pencahayaan Buatan

Nah kalau pencahayaan buatan bisa diatur sistemnya karena sumbernya berasal dari selain matahari. Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Sistem pencahayaan di ruangan, termasuk di tempat kerja dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu:

A. Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting)

Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu diterangi.[1] Sistem ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal, disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan

B. Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting)

Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding.[1] Dengan sistem ini kelemahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-langit dan dinding yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%, sedangkan apabila dicat putih effisien pemantulan antara 5-90%. [1]

C. Sistem Pencahayaan Difus (general diffus lighting)

Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu disinari, sedangka sisanya dipantulka ke langit-langit dan dindng.[1] Dalam pencahayaan sistem ini termasuk sistem direct-indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui.

D. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting)

Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas, sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah.[1] Untuk hasil yang optimal disarankan langit-langit perlu diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini masalah bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.

E. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting)

Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan.[1] Agar seluruh langit-langit dapat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan kerugiannya mengurangi effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja.

Banyak faktor risiko di lingkungan kerja yang mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja salah satunya adalah pencahayaan. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No.1405 tahun 2002, pencahayaan adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif. Pencahayaan minimal yang dibutuhkan menurut jenis kegiatanya seperti berikut:

Tabel 1 Tingkat Pencahayaan Lingkungan Kerja[4]

JENIS KEGIATAN

TINGKAT PENCAHAYAAN MINIMAL (LUX)

KETERANGAN

Pekerjaan kasar dan tidak terus – menerus

100

Ruang penyimpanan & ruang peralatan/instalasi yang memerlukan pekerjaan yang kontinyu
Pekerjaan kasar dan terus – menerus

200

Pekerjaan dengan mesin dan perakitan kasar
Pekerjaan rutin

300

Ruang administrasi, ruang kontrol, pekerjaan mesin & perakitan/penyusun
Pekerjaan agak halus

500

Pembuatan gambar atau bekerja dengan mesin kantor, pekerjaan pemeriksaan atau pekerjaan dengan mesin
Pekerjaan halus

1000

Pemilihan warna, pemrosesan teksti, pekerjaan mesin halus & perakitan halus
Pekerjaan amat halus

1500

Tidak menimbulkan bayangan

Mengukir dengan tangan, pemeriksaan pekerjaan mesin dan perakitan yang sangat halus
Pekerjaan terinci

3000

Tidak menimbulkan bayangan

Pemeriksaan pekerjaan, perakitan sangat halus

 

United Nations Environment Programme (UNEP) dalam Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia mengklasifikasikan kebutuhan tingkat pencahayaan ruang tergantung area kegiatannya, seperti berikut:

Tabel 2 Kebutuhan Pencahayaan Menurut Area Kegiatan[5]

Keperluan

Pencahayaan (LUX)

Contoh Area Kegiatan

Pencahayaan Umum untuk ruangan dan areayang jarang digunakandan/atau tugas-tugas atauvisual sederhana

20

Layanan penerangan yang minimum dalam area sirkulasi luar ruangan, pertokoan didaerah terbuka, halaman tempat penyimpanan

50

Tempat pejalan kaki & panggung

70

Ruang boiler

100

Halaman Trafo, ruangan tungku, dll.

150

Area sirkulasi di industri, pertokoan dan ruang penyimpan.
Pencahayaan umum untuk interior

200

Layanan penerangan yang minimum dalam tugas

300

Meja & mesin kerja ukuran sedang, proses umum dalam industri kimia dan makanan, kegiatan membaca dan membuat arsip.

450

Gantungan baju, pemeriksaan, kantor untuk menggambar, perakitan mesin dan bagian yang halus, pekerjaan warna, tugas menggambar kritis.

1500

Pekerjaan mesin dan diatas meja yang sangat halus, perakitan mesin presisi kecil dan instrumen; komponen elektronik, pengukuran & pemeriksaan bagian kecil yang rumit (sebagian mungkin diberikan oleh tugas pencahayaan setempat)
Pencahayaan tambahan setempat untuk tugas visual yang tepat

3000

Pekerjaan berpresisi dan rinci sekali, misal instrumen yang sangat kecil, pembuatan jam tangan, pengukiran

Penerangan untuk membaca dokumen lebih tinggi dari pada penerangan untuk melihat komputer, karena tingkat penerangan yang dianjurkan untuk pekerja dengan komputer tidak dapat berdasarkan satu nilai dan sampai saat ini masih kontroversial. Grandjean menyusun rekomendasi tingkat penerangan pada tempat-tempat kerja dengan komputer berkisar antara 300-700 lux seperti berikut:

Tabel 3 Rekomendasi Tingkat Pencahayaan Pada Tempat Kerja Dengan Komputer[2]

Keadaan Pekerja

Tingkat Pencahayaan (lux)

Kegiatan Komputer dengan sumber dokumen yang terbaca jelasKegiatan Komputer dengan sumber dokumen yang tidak terbaca jelas

Tugas memasukan data

300400-500

500-700

Nah, setelah kalian tahu macam – macam cahaya dan beberapa kriteria cahaya yang disesuaikan dengan pekerjaan manusia, selanjutnya kalian juga perlu tahu adanya tools yang mengukur seberapa besar cahaya yang berpengaruh terjadi human error, yakni kesalahan kerja yang dilakukan oleh manusia. Tools tersebut berupa game yang dioperasikan oleh seorang operator dengan kondisi kerja yang disesuaikan faktor lingkungannya baik dari segi cahaya , suhu maupun tingkat kebisingan.

Game tersebut diberi nama ES CREAM, singkatan dari Ergonomic Software Cognitive Reliability Error and Analysis Method. Nama ES CREAM ini diambil dari nama metode yaitu metode CREAM dan game ini diharapkan dapat menjadi salah satu software ergonomi.

Gambar 1 Tampilan Menu Utama Game [3]

Kemudian Output dari Game tersebut berupa jumlah error yang terjadi. Sistem penilaian menggunakan tabel error yang terdapat dalam metode CREAM. untuk error 1 diidentifikasikan jumlah kesalahan pemain. Sedangkan untuk error 2 yaitu apabila pemain melakukan kesalahan lebih dari 3 kali. Sedangkan untuk error 3 yaitu waktu yang tersedia habis dan pemain belum menyelesaikan permainan

 

Gambar 2  Tampilan Output Game [3]

Setelah mendapatkan output dari game tersebut maka dijadikan input dalam SPSS untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap tingkat error , maka didapat output dalam uji statistik multivariate test of between sebagai berikut :

Pengaruh cahaya terhadap error [6]

Ho : μ1 = μ2 = μ3

H1 : μ1 ≠ μ2 ≠  μ3

Jika signifikan level yang berasal dari SPSS > 0,05 maka terima Ho, dan nyatakan  tidak ada pengaruh cahaya terhadap error.

Pada praktikum yang dilakukan, praktikan sebagai operator game dikondisikan pada sistem kerja dengan lingkungan yang sudah diset untuk mengetahui pengaruh terhadap error yang dilakukan. Pada kondisi pencahayaan yang yang diberikan dijadikan variabel sebagai berikut:

μ1 = cahaya 300 lux

μ2 = lampu mercury Sedang

μ3 = lampu mercury tinggi + 4 lampu pinggir

Dari uji praktikum yang dilakukan beberapa praktikan yang mencoba game tersebut dan hasil perhitungan didapatkan ada pengaruh cahaya terhadap error. Oleh karena itu perlu dilakukan environmental assessment agar mendapatkan sistem kerja dengan lingkungan yang nyaman dan sesuai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pencahayaan yang sesuai dapat meningkatkan produktivitas kerja manusia dan meminimalisir terjadinya human error.

DOWNLOAD ARTIKEL Light Environmental Assessment !

download ppt resume

Semoga bermanfaat!

Referensi :

[1] Kaufman, John E .1973.” Illumination, The Industrial Environment- Its Evaluation and Control” : chapter 27.

[2] Grandjen, 2000. Occupational Ergonomic Principles and Applications. London

[3] Novira, Ira. 2006. Tugas Akhir : ”Perancangan Alat Ukur Human Cognitive Reliability dengan Menggunakan Metode Cognitive Reliability Error and Analysis Method (Cream)”

[4] KEPMENKES RI. No. 1405/MENKES/SK/XI/02

[5] ________,light environmental assessment, [online],  www.energyefficiencyasia.org, diakses pada tanggal 21 Desember 2011

[6] modul human error: Modul 3 praktikum ergonomics of industrial engineering ITS. ”Human Error”. Surabaya

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
Video | This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s