Pengukuran Beban Kerja Mental Profesi Guru

Oleh 2508100028

Selama ini, kata beban kerja mental sering dikaitkan dengan beberapa profesi yang “terlihat” beresiko tinggi dan membutuhkan tanggungjawab yang besar. Beberapa pekerjaan tersebut antara lain adalah pilot, ahli anestesi (ahli pembiusan), dokter ahli bedah, dan lain sebagainya. Sehingga pengukuran beban kerja mental yang banyak diaplikasikan terpusat pada profesi-profesi tersebut. Namun kenyataannya, beban kerja mental juga terjadi pada profesi-profesi lainnya, terlepas dari besar tidaknya beban. Maka, bisa jadi profesi yang dianggap tidak terlalu “menekan” ternyata malah sangat membutuhkan pengukuran beban kerja mental secara lebih mendalam.

Salah satu pekerjaan yang terlihat “kurang” menyebabkan beban kerja mental adalah profesi guru. Banyak masyarakat yang berpendapat bahwa profesi guru cenderung bersifat santai dan tidak membutukan banyak effort dalam menjalankan tanggung jawab profesinya. Namun ternyata tingkat beban kerja mental yang kecil pun, mampu mengakibatkan stres kerja dan mempengaruhi performansi sang guru saat sedang mengajar para muridnya.

Herry Kusyanto (2008), melakukan penelitian tentang hubungan beban kerja dengan kelelahan pada guru Sekolah Dasar (SD) di Semarang Barat. Beberapa hal yang dianggap mempengaruhi besar kecilnya beban kerja mental seorang guru adalah :

  • Kapasitas kerja, adalah  kemampuan bekerja seseorang yang dipengaruhi oleh jenis  kelamin,  umur,  status  kesehatan,pendidikan  dan  ketrampilan. Semakin banyak kapasitas kerjanya dan jauh dari kemampuan guru dalam mengatasinya, bisa jadi beban kerja mental yang didapatkan semakin berat.
  • Lingkungan Kerja, yaitu  lingkungan  sekitar tempat kerja yang dapat menjadi beban tambahan pekerja seperti bising,cuaca panas, debu, alat kerja yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh, meja kerja yang terlalu tinggi dan sebagainya.

Pengukuran beban kerja mental guru yang dilakukan oleh Herry Kusyanto (2008) adalah dengan mengukur denyut nadi per detik dari 55 sample . Sample dipilih dengan beberapa kriteria agar mampu memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat. Kriteria dari sample tersebut antara lain adalah semua responden bekerja di lingkungan yang sama, semuanya adalah guru kelas, dan berusia 20-50 tahun. Dari hasil pengukuran tersebut, dilakukan pengklasifikasian denyut jantung menjadi agak berat dan ringan. Hasilnya, ada 23,6% atau 13 orang dari sample yang dipilih mengalami beban kerja mental yang agak berat dan 67,4% lainnya mengalami beban kerja ringan.

Pengukuran beban kerja pada guru seharusnya dilakukan secara periodik dan menjadi kebijakan dari pemerintah (Budi Sastro : 2008). Hal ini didasari pada ketetapan pemerintah yang memberikan peraturan bahwa guru yang telah bersertifikasi harus melakukan tatap muka atau pengajaran selama 24 jam dalam satu minggu. Penetapan 24 jam ini nampaknya masih perlu mendapatkan penelitian yang lebih lanjut agar memiliki dasar yang jelas.

Selain beban kerja yang terjadi karena jam mengajar dan lingkungan kerja, tanggung jawab sebagai seorang guru tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele. Guru secara langsung maupun tidak langsung turut membentuk karakter dan masa depan para siswanya. Seorang pemimpin negara lahir dengan andil seorang guru. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika beban kerja mental mereduksi kemampuan mengajar di kelas dan berdampak kepada para siswa. Maka, pengukuran beban kerja guru dapat sangat dipertimbangkan dan mungkin akan menjadi sebuah kebutuhan di masa mendatang.

Referensi :

  1. KOESYANTO, H. 2008. HUBUNGAN  ANTARA  BEBAN  KERJA  DENGAN  KELELAHAN KERJA  MENGAJAR  PADA  GURU  SEKOLAH  DASAR SE-KECAMATAN  SEMARANG  BARAT TAHUN  AJARAN  2006/2007. KEMAS, 3. 580-782-1-SM
  2. SASTRO, B. 2008. BEBAN KERJA GURU 24 JAM [Online]. Available: http://budies.wordpress.com/2008/08/12/beban-kerja-guru-24-jam/ [Accessed 20 Desember 2011].

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s