INTERVSI ERGONOMI PADA SENAPAN MESIN US. SOLDIER

M. Abdul Jumali, Mahasiswa Pasca Sarjana ITS, 2511 204 002

Dalam dunia militer, kita sudah tidak asing lagi mendengar kata – kata senjata atau bahkan senapan mesin. Sedangkan kata senjata itu memiliki pengertian suatu alat yang digunakan untuk melukai, membunuh, atau menghancurkan suatu benda. Senjata dapat digunakan untuk menyerang maupun untuk mempertahankan diri, dan juga untuk mengancam dan melindungi.Apapun yang dapat digunakan untuk merusak (bahkan psikologi dan tubuh manusia) dapat dikatakan senjata. Senjata bisa sederhana seperti pentungan atau kompleks seperti peluru kendali (anonymous, 2010). Banyak kejadian yang diluar dugaan merugikan para pasukan tempur dalam penggunaan senjata khususnya senjata mesin. Dari data yang didapat (anonymous, Defense Update International, 2007) bahwa hampir dari 50% prajurit perang mengalami kelelahan, patah tulang bahu, patah tulang ekor belakang, ketulian permanen, luka bakar karena temperature senjata yang terlalu extreme, cacat karena beban berat terlalu overload dan masih banyak lagi persoalan yang ditimbulkan oleh berat beban yang dibawa seorang prajurit perang. Baik itu dalam simulasi latihan perang maupun dalam keadaan perang sesungguhnya. Pada awalnya senapan mesin ringan dibuat berdasarkan senapan otomatis, dan menggunakan magazen, misalnya Browning Automatic Rifle, & Bren. Guna menunjang kinerja tempur angkatan bersenjata amerika serikat, pemerintah amerika serikat khususnya departemen pertahanan dan keamanan amerika serikat menginginkan senapan mesin ringan modern dan mereduksi segala kemungkinan yang terjadi baik secara fisik, fisiologi, dan psikologi. Salah satunya yang digunakan oleh prajurit amerika serikat, yaitu Lightweight Small Arms Technologies (LSAT). Senapan mesin ini kembangkan oleh suatu badan pengembangan peralatan perang yang bernama AAI Textron Technologies. Tujuan utama diciptakan alat ini adalah untuk mengurangi berat senjata, berat amunisi, mereduksi volume estetika design senjata, mereduksi tingkat kebisingan diwaktu penggunaan dan tangguh dalam segala kondisi alam pertempuran.

Spesifikasi khusus LSAT ini adalah sebagai berikut :

  1. Menggunakan amunisi jenis M 855 dan M855A 1 Bullets dengan panjang selonsong 5.56 mm.
  2. Cocok segala kondisi alam perang baik itu berdebu maupun kondisi beku.
  3. Senjata ini menggunakan bahan baku polimer, termasuk amunisi dan sabuk amunisi, sehingga berat senjata berkurang, yang dari awalnya £ 38,3 (17.5 Kg) menjadi £ 23,8 (10.8 Kg).
  4. Berat amunisi 40 % lebih ringan daripada berat senjata mesin manual dan 12 % lebih ringkas daripada bentuk senjata mesin lainya.
  5. Dilengkapi dengan magazane yang berisikan amunisi 700 biji amunisi yang terbuat dari bahan baku polimer.
  6. Pemancang senjata yang kokoh dan ringan.
  7. Adjustable buttstock (penahan bahu yang bisa disesuaikan dengan antropometri hampir seluruh prajurit perang amerika  serikat).
  8. Alat pengatur operasi tembak semi atau full outomatic.

(Murdoc, 2011)

Menurut (anonymous, Defense Review, 2011), Dalam pembuatanya senjata LSAT ini memfokuskan beberapa tujuan utama dalam perancangan produk, antara lain :

1.Logistics Support Analysis – Level of Repair analysis, Life Cycle Cost analysis, O&M task identification

2.Reliability, Availability, Maintainability- Failure modes and effects analysis, reliability tracking

3.Training analysis and materials- Training concept, training task analysis

4.Human System Integration- Human factors design support, fightability assessment, shootability assessment, system safety evaluations