Makro Ergonomi, Perlukah?


Makro Ergonomi, Perlukah?

            Jika kita ditanya mengenai ergonomi, maka akan dengan jelas sebagian besar orang akan menjawab yaitu ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan lingkungan dan peralatan yang mereka gunakan. Namun jika ditanya mengenai istilah makro ergonomi mungkin hanya sebagian kecil yang mampu menjelaskannya. Padahal pemahaman makro ergonomi ini sangatlah penting bagi kita, khususnya mahasiswa Teknik Industri untuk mempelajarinya. Mengapa penting bagi kita? Penjelasan berikut akan memberikan gambaran kenapa kita sebagai mahasiswa Teknik Industri perlu untuk memahami dan mempelajarinya.

Jika kita mendengar kata “makro”, yang pertama kali ada dalam pikiran kita adalah sesuatu yang besar. Sedangkan istilah “ergonomi” sudah sering kita ketahui bahwa istilah tersebut erat kaitannya dengan interaksi antara manusia dengan lingkungan kerjanya dan peralatan yang digunakannya. Nah, dari kedua istilah tersebut secara gampang makro ergonomi berarti yaitu ergonomi yang “besar”.  Kemudian muncul pertanyaan lain, yaitu sebesar apa ergonomi yang dimaksud dalam istilah makro ergonomi ini? Berikut adalah pengertian makro ergonomi menurut H.W. Hendrick  sebagai acuan untuk  menjawab pertanyaan tersebut.

The optimization of organizational and work systems design through consideration of relevant personnel, technological and environmental variables and their interactions.

            Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa makro ergonomi merupakan suatu studi yang mempelajari bagaimana mengoptimalkan organisasi dan desain sistem kerja dengan mempertimbangkan variabel manusia, teknologi dan lingkungan serta interaksi di antara variabel tersebut. Kata kunci yang bisa menjawab pertanyaan “sebesar apa” yaitu kata organisasi. Kalau dijabarkan lagi maka organisasi yang dimaksud yaitu keseluruhan sistem yang menyusun suatu organisasi tersebut. Itulah yang dimaksud “besar” dalam makro ergonomi. Jadi ruang lingkupnya sudah bukan berada pada sub level tertentu melainkan sudah mencakup keseluruhan level dalam sebuah sistem suatu organisasi.

Lebih jelas lagi ranah makro ergonomi digambarkan dalam diagram berikut :

Gambar 1. Ranah makro ergonomi

            Berdasarkan gambar tersebut dijelaskan secara sederhana bahwa mikro ergonomi bertujuan berada pada ranah yang bertujuan untuk menyesuaikan suatu pekerjaan terhadap manusia (pekerja), sedangkan makro ergonomi bertujuan untuk menyesuaikan antara organisasi dengan manusia (pekerja).

Dr. Andris Freivalds dari Pennstate University menyebutkan bahwa elemen dari suatu sistem organisasi adalah task (pekerjaan), organisasi, peralatan, manusia dan lingkungan. Secara diagram adalah sebagai berikut :

Gambar

Gambar 2. Elemen Sistem

             Keseluruhan elemen tersebut saling berinteraksi satu sama lain sehingga untuk menjaga keseimbangan sistem perlu dibentuk suatu kesesuaian antara satu elemen dengan elemen yang lainnya. Di sinilah peran makro ergonomi yang utama, yaitu sebagai penjaga keseimbangan sistem. Lalu bagaimana makro ergonomi bisa menjaga keseimbangan sistem? Studi kasus berikut merupakan salah satu contoh bagaimana makro ergonomi melakukannya :

PT X sedang bingung dengan permintaan karyawan untuk membeli penutup telinga dengan kualitas yang baik. Secara otomatis harganyapun juga mahal. Departemen keuangan  tentu saja berpikir dua kali untuk memenuhi permintaan ini. Lalu keputusan apa yang harus diambil pimpinan PT X untuk mengatasi masalah tersebut?

Solusi :

Departemen keuangan beranggapan permintaan tersebut sangatlah sulit untuk dipenuhi karena memakan biaya yang sangat besar. Lagipula dengan menggunakan penutup telinga yang biasa saja sudah cukup untuk memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja. Kemudian pemimpin PT X mencoba melihat dari aspek makro ergonomi, dimana disebutkan bahwa komponen yang paling utama dalam sebuah perusahaan yaitu pekerja. Memang benar dengan menggunakan penutup telinga biasa sudah cukup, namun jika dilihat dari segi kenyamanan pemakaian jelas berbeda jauh. Hal ini akan sangat berpengaruh kepada performansi pekerja. Oleh karena itu, pimpinan PT X akhirnya menyetujui permintaan untuk membeli penutup telinga dengankualitas yang baik.

Studi kasus di atas adalah salah satu cara penyelesaian permasalahan suatu perusahaan dengan menggunakan pendekatan makro ergonomi. Inti dari pendekatan makro ergonomi yaitu dengan menambahkan faktor manusia sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Berdasarkan keseluruhan penjelasan tersebut, maka sekarang kita dapat menjawab mengapa mahasiswa Teknik Industri perlu mempelajari makro ergonomi. Jawabannya terletak pada satu kata sebagai benang merah yaitu “sistem”. Mahasiswa Teknik Industri yang merupakan “pawang” sistem perlu membekali diri dengan pengetahuan mengenai makro ergonomi. Karena dengan begitu cara pandang kita terhadap suatu sistem akan benar-benar bisa secara holistik, bukan hanya parsial dari beberapa sudut saja.

Oleh :

2508100050

Referensi:

Hendrick, H.W. & Kleiner, M.B. (2002). Macroergonomics Theory, Methods, and Applications. Lawrence Erlbaum Associates, Inc., Publishers,Mahwah,New Jersey.

Wignjosoebroto, Sritomo (2000). Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Guna Widya,Surabaya.

ebookpp.com/ma/macroergonomic-ppt.html

About these ads

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s