Analisa Human Behaviour Pengguna Jembatan Penyeberangan


Ditulis oleh Ahmad Wildan Syarwani (2510100052) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Risiko yang terjadi pada pengguna jalan dapat diamati pada aktivitas yang dilakukan oleh pejalan kaki. Salah satu aktivitas pejalan kaki yang diamati adalah perilaku dalam penggunaan jembatan penyeberangan. Jembatan penyeberangan merupakan sebuah fasilitas yang membantu pejalan kaki agar dapat menyeberang secara aman sehingga angka kecelakaan dapat ditekan. Jembatan penyeberangan yang menjadi obyek amatan pada penelitian ini adalah Jembatan Penyeberangan Delta Plaza Surabaya yang terletak pada Jl. Pemuda 33-37 Surabaya. Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama 2 hari, dimana 1 hari merupakan weekday dan hari lainnya merupakan weekend didapatkan data sebagai berikut:

Capture

Gambar 1. Persentase Penyeberangan Jalan pada Weekday

Capture1

Gambar 2. Persentase Penyeberangan Jalan pada Weekday

            Dari data di atas dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan perilaku antara pejalan kaki pada weekday dan weekend. Pejalan kaki pada hari weekday memiliki kecenderungan untuk tidak menggunakan jembatan penyeberangan sedangkan pejalan kaki pada hari weekend memiliki kecenderungan untuk menggunakan jembatan penyeberangan. Perbedaan perilaku ini dapat disebabkan karena adanya perbedaan aktivitas yang berbeda pada pejalan kaki di hari weekday dan weekend yaitu apabila pada weekday pejalan kaki memiliki banyak aktivitas kerja yang menuntut untuk efisiensi waktu sehingga mereka tidak menggunakan jembatan penyeberangan yang lebih banyak memakan waktu ditambah adanya fasilitass pembantu penyeberangan yang ada di dekat jembatan, sedangkan sebaliknya pejalan kaki pada hari weekend memiliki lebih sedikit aktivitas dan lebih cenderung santai sehingga lebih banyak pejalan kaki yang menggunakan jembatan penyeberangan.

 Daftar Pustaka

CCPS. (1994). Guideline for Preventing Human Error in Process Safety.

Kirwan, B. (1994). A guide to practical human reliability assessment: CRC Press.

Map, G. (2014). Delta Plaza. Surabaya.

Sanders, M. S., & McCormick, E. J. (1987). Human factors in engineering and design: McGRAW-HILL book company.

Walpole, R. E., Myers, R. H., Myers, S. L., & Ye, K. (1993). Probability and statistics for engineers and scientists (Vol. 5): Macmillan New York.

Wigananda, M. H., & Kartika, A. A. G. (2012). Analisis Kinerja Jalur Pedestrian di Kota Surabaya (Studi Kasus: Jl. Pemuda). Jurnal Teknik ITS, 1(1), E69-E74.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tingginya Resiko dan Beratnya Pekerjaan Penyapu Jalan


Ditulis oleh Astrid Pratiwi (2510100015) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Capture

Penyapu jalan merupakan suatu profesi yang umum di Indonesia. Walaupun di luar negri sudah menggunakan suatu mesin untuk menyapu jalan, di Indonesia menyapu jalan masih dikerjakan secara manual. Pekerjaan ini dimulai dari pagi-pagi sekali hingga siang hari. Pada saat pagi-pagi sekitar pukul 4 pagi atau lebih pagi dari itu para penyapu jalan mulai melakukan pekerjaan. Pada pagi hari tersebut kurangnya cahaya atau gelap menjadi kesulitan bagi para penyapu jalan. Selain itu terkadang di pagi-pagi tersebut banyak mobil yang ngebut dikarenakan kondisi jalan yang sepi. Hal ini tentu saja membuat parah penyapu jalan takut.  Continue reading

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Analisis Human Error sebagai Potensi Penyebab Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api


Ditulis oleh Aulia Fikriati (2511100014) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

asddsa

(Sumber: http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/perlintasan-kereta-api-ilustrasi_131210163932-557.jpga)

Sarana transportasi kereta api merupakan salah satu sarana yang cukup menjadi perhatian pemerintah dalam usaha peningkatan keamanan. Dari tahun ke tahun dilakukan peningkatan entah itu dari maintenance kereta maupun dari sumber daya manusia di pihak perkeretaapian. Sekarang sudah tidak ada lagi kasus kecelakaan karena petugas tidak dapat mengartikan makna dari simbol perkereta apian (seperti kejadian kecelakaan kereta api Bintaro 1987). Sekarang pun pemerintah sudah menerapkan kuota penumpang di kereta ekonomi sejak tahun 2012. Namun ternyata meskipun sudah dilakukan pengimprovean di berbagai bidang, angka kecelakaan untuk kereta api masih tinggi. Berdasarkan data dari Ditjen Perkereretaapian pada kurun waktu 2006-2012 kecelakaan kereta api mencapai 526 kejadian meliputi 22 kejadian tabrakan antar kereta, 385 kejadian anjlok, 35 kejadian terguling, 29 banjir/longsor dan 55 kejadian lain-lain. Dari kejadian tersebut salah satu lokasi yang menjadi tempat favorit terjadinya kecelakaan kereta api adalah persilangan perlintasan kereta api, di mana lokasi tersebut merupakan perpotongan antara jalan raya dan rel lintasan kereta api. Pada lokasi tersebut adanya kendaraan umum yang melintas menambah potensi kecelakaan. Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged | Leave a comment

Tingkat Utilitas Jembatan Penyebrangan bagi Pejalan Kaki


Ditulis oleh Dwi Setyoko (2510100065) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Jembatan merupakan salah satu sarana infrastruktur yang utilitasnya sangat dipertanyakan di Indonesia. Baik jembatan yang berfungsi sebagai media penyebrangan alat transportasi yang melalui sungai, laut dan sebagainya serta jembatan yang berfungsi sebagai alat bantu pejalan kaki untuk menyebrang di jalan raya. Khusus pada jembatan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, kualitas serta pemilihan lokasi jembatan sangat berpengaruh terhadap utilitas dari jembatan tersebut.

Akan tetapi tak jarang meskipun jembatan penyebrangan sudah berdiri kokoh dan berada di lokasi keramaian yang strategis, fakta dilapangan terlihat masih sangat banyak pejalan kaki yang memilih menyebrang tidak melalui jembatan. Hal tersebut sesungguhnya sudah dapat dikatakan sebagai human error yang dilakukan oleh pejalan kaki dan sangat beresiko bagi dirinya sendiri dan orang lain pengguna jalan. Berikut merupakan salah satu contoh foto beberapa pejalan kaki yang lebih memilih menyebrang tidak menggunakan jembatan yang terjadi di kota Jakarta.

adsadas

Sumber : http://images.detik.com/content/2011/11/04/157/JPO-cov.jpg

Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged | 1 Comment

ANALISA PERILAKU MANUSIA DALAM PENGGUNAAN JEMBATAN PENYEBERANGAN


Ditulis oleh Faly Arnando (2510100053) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Jembatan penyeberangan orang (JPO) merupakan salah fasilitas umum yang digunakan sebagai sebuah sarana penyeberangan jalan raya yang dikhususkan untuk pejalan kaki. Dengan adanya jembatan penyeberangan ini dapat menjamin tingkat keamanan penyeberang lebih tinggi dibandingkan menyeberang tanpa menggunakan jembatan penyeberangan. Penggunaan jembatan penyeberangan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

dsadsa

Namun karena beberapa hal, sering ditemui masyarakat yang menyeberang jalan tanpa menggunakan fasilitas jembatan penyeberangan. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan masyarakat menyeberang sembarangan dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Kurangnya pengetahuan atau mistakes terjadi karena si penyeberang tidak mengetahui keberadaan dan fungsi dari jembatan penyeberangan. Sedangkan kebiasaan masyaratak dapat dikaitkan dengan adanya lapses yaitu masyarakat menyadari akan resiko apabila menyeberang sembarangan namun tetap melaksanakannya. Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged | Leave a comment

KECELAKAAN KERJA AKIBAT HUMAN ERROR PADA PENYAPU KOTA SURABAYA


Ditulis oleh Fathia Maulidina (2510100004) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Salah satu elemen yang mendukung terwujudnya kebersihan kota Surabaya adalah petugas kebersihan kota/penyapu yang dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (DKP). Jumlah penyapu di Kota Surabaya menurut data dari DKP tahun 2014 adalah 746 orang. Pekerjaan penyapuan terutama yang dilakukan pada jalan protokol memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup besar. Lalu lintas kendaraan pada jalan protokol padat dan cepat dan cukup membahayakan keselamatan nyawa para penyapu. Berdasarkan data pengadaan asuransi oleh DKP pada periode januari-april 2014 terdapat 4 kasus kecelakaan berat yang dialami penyapu, dan berdasarkan hasil wawancara dengan pihak DKP diketahui bahwa pada tahun sebelumnya terjadi kasus kecelakaan berat < 5 kali. Berikut pengolahan data hasil kuesioner resiko kecelakaan pada penyapu pada 84 sampel lokasi penyapuan dan pengamatan selama 4 hari pada 1 obyek jalan protokol penyapuan :

asddsa Capture

Continue reading

Posted in Artikel Ergonomi | Tagged | 1 Comment

Analisis Human Reliability di Perlintasan Kereta Api


Ditulis oleh Hendro Prasetya (2511100149) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Kecelakaan pada pintu perlintasan kereta api sering menjadi berita hangat di Indonesia. Sebagian besar diakibatkan oleh kurangnya fasilitas keamanan yang ada di perlintasan kereta api. Meskipun begitu, masih kerap terjadi kecelakaan diperlintasan kereta api yang sudah mempunyai fasilitas keselamatan yang memadai seperti palang pintu, rambu-rambu, dan pos penjagaan. Perilaku dari pengguna jalan sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api, terutama perilaku yang mengarah pada Human Error. Salah satu pengamatan yang dilakukan terletak di perlintasan kereta api Pasar Grosir Surabaya (PGS) di Surabaya. Perilaku dari pengguna jalan di Surabaya sebagian besar sering mengabaikan rambu-rambu lalu lintas yang ada, tidak terkecuali rambu-rambu yang terdapat diperlintasan kereta api. Hal tersebut merupakan salah satu Human Error yang disengaja dan berdasarkan pengamatan selalu terjadi setiap kali palang pintu perlintasan kereta api.

xzccxz xzxz

Gambar Pelanggaran yang terjadi di perlintasan kereta api PGS

Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged | Leave a comment